Berita Banjarmasin

Jannah Tersiksa Bila Hujan, Perlu Empat Ember Besar Menampung Air Hujan

Tiga perempuan, Fathul Jannah, Siti Raudah dan Hj Mulyani, terlihat sibuk menyelesaikan jahitannya di sebuah toko di bagian dalam Pasar Lama

Jannah Tersiksa Bila Hujan, Perlu Empat Ember Besar Menampung Air Hujan
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tiga perempuan, Fathul Jannah, Siti Raudah dan Hj Mulyani, terlihat sibuk menyelesaikan jahitannya di sebuah toko di bagian dalam Pasar Lama, Jalan Perintis Kemerdekaan, Banjarmasin, Selasa (15/5).

Ketiganya masih berkerabat, merupakan satu keluarga pemilik usaha jahit baju.

Sudah puluhan tahun di tempat itu, namun, kondisi di tempat usahanya membuat mereka hanya bisa pasrah.

Banyak bagiannya, semua dari kayu, dalam keadaan lapuk.

Mulai dari bagian plafon, dinding atas, terlebih dinding bawah.

Baca: BREAKING NEWS : Mapolda Riau Diserang Bom Mobil, Ada Bunyi Ledakan, Diduga Serangan Teroris

"Bila hujan, kami tutup pakai terpal. Tapi airnya tetap masuk ke dalam toko. Kalau airnya sudah masuk toko, aktivitas usaha lumpuh," kata Fathul.

Menurut Fathul, kondisi rusak parahnya toko ini tak juga mendapatkan perhatian dari Pemko Banjarmasin. Padahal setiap tahun para pemilik toko rutin membayar retribusi pasar ke Pemko Banjarmasin.

Ditambahkan Jannah, anggota pemilik usaha jahit baju lainnya, saat ini di dalam toko ada satu gentong besar untuk menampung air hujan.

Baca: Awal Puasa 17 Mei, Ini Kata atau Ucapan Maaf Ramadhan 2018 untuk Status Facebook, Whatsapp, Twitter

Tapi tetap tak bisa menampung juga sehingga perlu empat ember besar untuk menampung air hujan yang masuk toko.

"Kalau hujan, benar-benar menyiksa. Memotong kain saja tak bisa, apalagi menjahit baju," katanya.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved