cerpen
Cerpen: Telinga
Lamandu mencoba berpikir. Dari mana asal telinga-telinga ini? Mungkinkah di suatu tempat ada operasi pemenggalan telinga, lalu dikirim ke sini?
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di atas tikar plastik, telinga-telinga itu berjejer berpasangan kiri dan kanan.
Penjualnya seorang lelaki yang rajin tersenyum lebar, mengintipkan rompal dua gigi depannya sehingga serupa gerbang menuju ke dalam rongga mulutnya.
Tangannya tak henti mengibaskan kayu yang di ujungnya diikatkan sobekan-sobekan kain, menghalau lalat yang mencoba mendekat.
Tidak banyak peminat yang berkerumun, sehingga Lamandu bisa menyempilkan badannya mendekat. Sesaat ia mengernyit.
Ia mencoba menatap lebih jelas. Merasa kurang yakin, ia menyergah, “Ini telinga betulan?”
Mulut penjual di belakang jejeran telinga itu ternganga dalam tawa. Gerbang di dalam mulutnya terpampang nyata.
“Betulan dong, Pak. Masak ada telinga palsu?” kilahnya.
Lamandu mencoba berpikir. Dari mana asal telinga-telinga ini? Mungkinkah di suatu tempat ada operasi pemenggalan telinga, lalu dikirim ke sini?
Atau sekarang ada trend baru: orang-orang bukan cuma sadar untuk mendonorkan darahnya, atau ginjalnya, atau organ tubuh lainnya, tapi juga telinganya?
Mungkin gagal terpasang sehingga dijejer di emperan pasar ini?
Lamandu mendesakkan rasa ingin tahunya.
“Memang ada yang beli?”
Tawa si Gigi Rompal sember.
"Ada sih, Pak, tapi tidak banyak. Banyakan cuma ikut melihat-lihat saja. Mungkin belum terbiasa membeli telinga.”
Lamandu ikut tertawa. Tidak puas hanya melihat-lihat, ia lalu mengulurkan tangan, menyentuh telinga-telinga itu. Ia menjawilnya, bahkan kemudian menyentil-nyentilnya. Benar-benar telinga asli!
“Hari ini masih jual per biji, lho, Pak,” promo si Gigi Rompal, “Kalau yang bawa ke sini makin banyak, rencananya akan saya jual kiloan.”
Inilah penggalan cerpen berjudul Telinga karya Pangerang P Muda. Selengkapnya baca di koran Banjarmasin Post edisi Minggu (20/05/2018).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-oleh-riza_20180519_193745.jpg)