Berita Tanahlaut

Perusahaan Tambang Respons Korban Banjir Desa Bukitmulia Kecamatan Kintap

Perusahaan pertambangan batu bara di Desa Bukitmulia, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut langsung merespons

Perusahaan Tambang Respons Korban Banjir Desa Bukitmulia Kecamatan Kintap
istimewa
Manajemen PT SSDK mengunjungi para korban banjir di Desa Bukitmulia Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut, Minggu (20/5/2018) siang sekitar pukul 14.00 Wita. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Perusahaan pertambangan batu bara di Desa Bukitmulia, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut langsung merespons keluhan warga.

Kepala Desa Bukitmulia, Suparno dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, mengaku langsung menghubungi pihak perusahaan pertambamgan batu bara yang terdekat.

Upaya itu dilakukan Suparno mengantisipasi agar luapan air banjir tidak mengenang seluruh permukaan wilayah Desa Bukitmulia.

Baca: Klasemen MotoGP 2018 Usai Marc Marquez Juara dan Valentino Rossi Podium di MotoGP Prancis

"Alhamdulillah, air mulai surut setelah satu gorong-gorong di Jalan akses pertambangan batu bara dibongkar. Jalan akses itu sementara ini ditutup agar air yang merendam sebagian wilayah Desa Bukitmulia cepat teratasi," katanya, Minggu (20/6/2018) malam.

Menurut Suparno, wilayah Desa Bukitmulia Kecamatan Kintap memang sebagian besar menjadi lokasi pertambangan batu bara yang aktif hingga saat ini.

Dulunya sebelum menjadi desa definitif, ungkap Suparno adalah lokasi unit permukiman transmigrasi Sebamban II, sejak 1980 an.

Baca: Hasil MotoGP Prancis 2018 - Marc Marquez Juara, Valentino Rossi Podium Lagi!

Belakangan, informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, lahan pekarangan dan lahan pertanian warga eks transmigrasi itu tak digarap mereka.

Laham itu justru dijual pemiliknya menjadi areal pertambangan batu bara. Sebagian warga tidak menjual lahannya untuk ditanami komoditas karet dan sebagian kecil membuat kolam ikan air tawar.

Kepala Dusun 3 Desa Bukitmulia, Pujiarto mengaku pimpinan perusahaan pertambangan batu bara PT SSDK, Tajuddin sudah menemui para korban dampak banjir di rumah tinggal Paijan.

Menurut Pujiarto, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah Posko Kintap tiba pada siang hari saja. Hingga malam ini tidak muncul lagi di lokasi bencana.

"Petugas BPBD Tanahlaut hanya mendata korban saja pak," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved