Penari Cantik Ini Sampai Menangis Bawakan Tarian Hambaruwan, Ternyata Ini Maknanya
Tak terasa sudah sembillan tahun lebih Reny Saputeri Sari SPd menekuni dunia seni tari. Berkat tari juga mengantarkan perempuan cantik
Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Ernawati
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak terasa sudah sembillan tahun lebih Reny Saputeri Sari SPd menekuni dunia seni tari.
Berkat tari juga mengantarkan perempuan cantik ini melanglang buana mengikuti berbagai event di Jakarta, Yogyakarta hingga Tambilahan Riau.
"Alhamdulillah, saya bisa jalan-jalan ke luar daerah tanpa biaya sendiri, malah mendapat uang saku," cerita Reny.
Cewek kelahiran Marabahan 9 Mei 1995 ini pun bercerita, berbagai prestasi nasional pun ditorehnya bersama rekan-rekan penari Sanggar Permata Ijejela Marabahan.
Baca: Link Live Streaming Uber Cup 2018 : Berikut Skuat Tim Putri Indonesia vs Malaysia Siang Ini
Baca: Waah Raffi Ahmad Tak Berani Posting Foto Bersama Nagita Slavina dan Rafathar karena Ayu Ting Ting?
Baca: Viral Naik Angkot dan Lesu, Pak Tarno Dikabarkan Hidup Susah, Tapi Unggahan Ini Bikin Netter Senang
Contohnya, lanjut dia, bersama Sanggar Permata Ijejela pernah masuk dalam nominasi 13 penyaji terbaik, penata tari terbaik, penata musik terbaik dan zona kalimantan dengan membawakan tari Hambaruwan dalam ajang Parade Tari Nusantara 2014.
Sebelumnya pernah mengikuti ajang Parade Tari Nasional tahun 2013 membawakan tari Batuyang.
"Di situ pengalaman pertama saya bisa mengikuti ajang yqng paling bergengsi di tingkat nasional, dan pertama kali menginjakkan panggung yang di desain khusus pertunjukan seni," paparnya.
Saat itu juga, Reny pertama kali menari seperti tak sadarkan diri, karena saking bangga dan saking tak menduga bisa menginjakkan kaki di situ.
Lalu, di tarian Hambaruwan, ada ending tarian yang sangat menyedihkan.
"Saya dituntut penghayatan dan saya tak bisa lagi menahan emosi sampai meneteskan air mata, karena pada di ending tarian itu mengisahkan ditinggalkan suami," kata alumni STKIP PGRI Banjarmasin jurusan Seni Tari ini.
Walau pun sudah cukup lama belajar menari dan menguasai tari tradisi berjenis klasik, Melayu maupun gagahan, tapi masih terus belajar.
"Sampai sekarang saya masih dikatakan perlu belajar lagi semua jenis tarian. Saya menganggap. semua tarian yang dikuasai masih belum sempurna dan belum bisa di katakan terkuasai," katanya.
Dia pun bercerita, asal mula suka tari waktu kecil suka melihat film India yang sering ada tarianya dan suka menirunya.
"Lalu, diajak sepupu dulunya pemusik di Sanggar Permata Ijejela masih SMP kelas 2 tahun 2008. Dan dari situ mulai tersalur suka niru gerak gerak tari," kata guru di SMA Negeri 1 Barambai, Batola, ini.
Dia pun bercerita, dengan mempelajari tari, bisa melestarikan kebubudayaan daerah.
"Sekarang ini budaya perlu di lestarikan. Apalagi saya sekarang sudah menjadi seorang guru seni budaya. Jadi, harus melestariakan kebudayan, baik itu kebudayaan di daerah sendiri maupun di luar daerah," pungkasnya. (BANJARMASINPOST.co.id/syaiful anwar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/reny-saputeri-sari-spd_20180521_174320.jpg)