Berita Regional

Bocah SD Ini Hamili Siswi SMP, Perkataan Orangtua Si Bocah Bikin Meradang

Tetangga sekitar tempat tinggal Koko sebenarnya sudah mengingatkan orangtuanya perihal kedekatan kedua anak ini.

Bocah SD Ini Hamili Siswi SMP, Perkataan Orangtua Si Bocah Bikin Meradang
KOLASE BPOST ONLINE
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TULUNGAGUNG - Koko (13), nama samaran, siswa kelas V SD di Tulungagung menghamili Venus (13) seorang siswi SMP kelas VIII.

Tetangga sekitar tempat tinggal Koko sebenarnya sudah mengingatkan orangtuanya perihal kedekatan kedua anak ini.

Para tetangga menilai, hubungan Koko dan Venus sudah kelewat batas.

Baca: Ngaku Tak Punya Instagram, Kyu Hyun Super Junior Malah Kepergok Penggemar Aktif di Instagram

Namun jawaban dari ayah Koko justru membuat warga sekitar jengah.

Dengan enteng ayah Koko mengatakan, Venus menjadi bahan percobaan anaknya.

“Bapaknya bilang, biar jadi bahan percobaan burung anaknya yang baru sunat,” ujar YG, salah satu tetangga.

“Kalau sudah hamil begini kan baru tahu rasa dia,” tambahnya.

Baca: 3 PSK Cantik Ini Terkenal Tak Ketulungan Usai Membunuh Secara Sadis, Bahkan Merchandisenya Dijual

Di mata tetangga, Koko dikenal sosok siswa yang kurang rajin, dan dua kali tidak naik kelas. Sehingga meski kelas V SD, secara seksual Koko sudah matang.

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Tulungagung, Syaifudin Juhri, menyatakan belum mendapat laporan kejadian ini.

Namun Syaifudin berharap ada solusi terbaik bagi Venus. Ia berharap Venus tetap bisa melanjutkan pendidikannya.

Baca: Wow! Cuma 10 Detik, 700 Ribu Nokia X6 Ludes, RAM 6 GB Cuma Rp3 Jutaan

“Saya berharap siswi ini nantinya tetap bisa sekolah seperti biasa. Karena dia masih anak-anak, dan berhak mendapatkan pendidikan,” tegasnya.

Sebelumnya, pihak sekolah memeriksakan Venus karena terlihat tidak sehat. Dari hasil pemeriksaan, Venus diketahui hamil 6 bulan.

Pelakunya adalah Koko, kekasihnya yang masih duduk di kelas V SD.

Kedua keluarga berencana menikahkan mereka, namun ditolak Kantor Urusan Agama (KUA) karena dianggap masih terlalu kecil.

Pihak keluarga kemudian mengajukan permohonan dispensasi menikah ke Pengadilan Agama (PA) Tulungagung.

Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved