ASN dan Media Sosial

Surat Edaran Bukan Mengekang Berpendapat, Tetapi sebagai Rambu-rambu Bermedia Sosial

Gusti Syahyar, Penjabat Bupati Tapin, mengaku sudah membaca surat edaran BKN terkait larangan ASN memposting ujaran kebencian di media sosial.

Surat Edaran Bukan Mengekang Berpendapat, Tetapi sebagai Rambu-rambu Bermedia Sosial
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPST.CO.ID, RANTAU - Gusti Syahyar, Penjabat Bupati Tapin, mengaku sudah membaca surat edaran BKN terkait larangan ASN memposting ujaran kebencian di media sosial.

Menurut dia, para ASN di lingkungannya harus berhati-hati menggunakan media sosial, jangan terlalu mengobral share berbagai informasi dan berpendapat di media sosial.

Diakui Syahyar, Indonesia adalah negara demokrasi, dan dipersilakan menyampaikan pendapat, tetapi pendapat menyejukkan.

"Intinya itu bijak dalam bermedia sosial," tegas dia.

Baca: HASIL Piala Thomas 2018 - Marcus Gideon Merasa Nama Baiknya Dicemarkan Media Bangsa Sendiri

Menurutnya, dalam bermedsos, jangan mudah terprovokasi dan emosional, kendalikan emosi dan tetap bijak.

Ardiansyah, kepala Badan Kepegawaian Daerah Tapin, mengaku belum menerima surat edaran tersebut.

Sebelumnya, sebut dia, ada surat edaran terkait ASN dalam menggunakan media sosial dari Panwaslu.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) TVRI Thomas & Uber Cup Rabu (23/5) : Tim Putri Indonesia vs China!

Kareena dirinya belum menerima surat edaran BKN, Ardiansyah mengaku belum bisa menjelaskan lebih detil.

“Khususnya dalam penindakan, apakah polisi dulu menangani atau bagaimana,” ucapnya.

Ilham, ASN Disdik Tapin mengaku kehadiran surat edaran BKN cukup positif memberi peringatan kepada ASN.

Surat edaran itu bukan mengekang berpendapat, tetapi sebagai rambu-rambu dalam bermedia sosial.

Baca: Baru Aja Sunat, Bocah SD Ini Hamili Siswi SMP, Perkataan Orangtua Si Bocah Bikin Meradang

Sekarang, sebut dia, informasi bertebaran di media sosial.

Sebelum menshare dan berkomentar, sebaiknya di kroscek dulu, caranya bisa bertanya dengan teman sekerja.

“Bisa juga informasi yang masuk di medsos kita, cukup disimak saja, tidak perlu ditanggapi, pungkas Ilham.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved