Ramadhan Zaman Now
Pasar Karisik, Alternatif Belanja Menu Buka Puasa Murah di HST
Bulan Ramadan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, punya warna tersendiri. Tiap bulan puasa, di Bumi Murakata bermunculan
BANJAMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Bulan Ramadan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, punya warna tersendiri. Tiap bulan puasa, di Bumi Murakata bermunculan pasar Ramadan, di desa-desa tiap Kecamatan, selain pasar Ramadan induk di Barabai, kota Kabupaten.
Ada dua pasar Ramadan terkenal di HST selain pasar Ramadan Barabai, yaitu Pasar Birayang dan Pasar Karisik, di Desa Pajukungan. Untuk pasar Karisik, jaraknya tak terlalu jauh dari Barabai.
Hanya sekitar empat kilometer. Di pasar ini, juga menyajikan menu berbuka puasa yang tak kalah beragam, dengan rasa yang tak kalah enak. Meski sasaran pasar ini adalah kalangan masyarakat perdesaan, ternyata banyak pula warga Barabai yang lebih memilih berbelanja menu berbuka di pasar yang di luar Ramadan dikenal pula dengan Pasar Arba.
Baca: Tidak Live Inews TV! LIVE STREAMING Timnas Putri Indonesia vs Thailand via Mycujoo.tv
Eka, warga Jalan Surapati, Barabai Timur, salah satu pengunjung menuturkan, pasar Karisik menyajikan menu khas masakan kampung, yang menjadi favoritnya. Seperti sayur santan pucuk daun waluh, sayur nangka masak Telang (tenggiri kering) serta sayur umbut plus waluh dan haruan panggang.
"Harganya juga sangat terjangkau, jauh lebih murah ketimbang di pasar Barabai, bahkan rasanya lebih enak di pasar desa ini,"tutur Eka, yang mengaku setiap Ramadan pilih berbelanja di tempat ini.
Selain sayur khas kampung, di sana juga tersedia aneka kue basah, yang per potongnya antara Rp 5000 sampai 7000. Ada kue bingka kentang, bingka tapai, bingka telur serta bingka beras yang terbuat dari tepung beras dan gula merah.
Baca: Live Indosiar! Link Live Streaming Bali United vs Persib Liga 1 2018 via Indosiar Vidio.com
Juga ada kue parantatak (bahan pisang, gula, tepung dan santan kelapa) serta kue khas lainnya.
"Kami bisa menjual lebih murah karena bahan-bahannya dari hasil kebun sendiri. Seperti kelapa, pisang, sayuran, ikan dan ayamnya beternak sendiri. Paling gula yang beli, dan kami anti menggunakan pemanis buatan, atau pengawet lainnya,"kata seorang pedagang kue di pasar Karisik.
Selain itu jelas dia, pedagang di pasar desa ini berprinsip, lebih baik untung sedikit tapi laku dan habis terjual, daripada mahal, tapi tak lalu.
"Masalahnya, rata-rata warga di sini mata pencahariannya bertani dan beternak. Kalau dijual mahal seperti di pasar Barabai, tak laku. Apalagi sekarang zaman ekonomi sulit, harga karet belum membaik,"ungkap pedagang lainnya.
Karena harga relatif lebih murah dan rasanya tak kalah enak, pasar di desa Pajukungan ini pun tiap hari "diserbu" warga Barabai.
Baca: Ngeri dan Sadis, Kisah Gadis Cilik Berwajah Imut Ternyata Pembunuh Berantai! Korbannya Balita
Mulai pukul 15.00 Wita, parkir sepeda motor hingga mobil mulai memadati area pasar. Warga yang memiliki halaman luaspun ketiban rezeki, dari tarif parkir.
"Banyak pengunjung dari Barabai, dan desa-desa lainnya. Bahkan kadang ada pula dari Amuntai, HSU, yang mungkin kebetulan lewat, dan mampir ke sini membeli makanan berbuka puasa,"kata pemilik lahan parkir.
Pantauanbanjarmasinpost.co.id, Minggu (27/5/2018), di antara makanan berbuka puasa yang banyak dijual di pasar Karisik, lumbu merupakan makanan yang khas.
Lumbu adalah sayur dari pucuk dan batang daun keladi jenis batang hijau, yang dipepes menggunakan daun pisang. Cara mengonsumsi lumbu, disantap bersama santan kelapa yang diberi bumbu, dan diberi perasan jeruk purut atau limau kuit.
"Ini makanan nenek moyang zaman dulu, yang hanya ada dijual ketika Ramadan. Tiap hari kami menjual 100 bungkus pepes lumbu, dengan harga Rp 3000 per pepes,"tutur Imah, pedagang lumbu. Penasaran dengan rasa makanan di sini? Beli saja di Pasar Karisik Pajukungan. (banjarmasinpost.co.id/hanani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pasar-karisik-pajukungan-hulu-sungai-tengah-minggu-2752018_20180527_212938.jpg)