Berita Banjarmasin

Mulai 9 Juni WNI Dilarang ke Yerusalem, Begini Tanggapan Penyelenggara Umrah di Kalsel

Menurut Pemimpin Cabang Nur Ramadhan Banjarmasin, Syauqi, pelarangan tersebut sebenarnya merugikan kedua belah pihak.

Mulai 9 Juni WNI Dilarang ke Yerusalem, Begini Tanggapan Penyelenggara Umrah di Kalsel
Istimewa
Jemaah umrah dari agen perjalanan Ibadah Umrah Nur Ramadhan Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Agen perjalanan Ibadah Umrah dan wisata di Kalimantan Selatan (Kalsel) Nur Ramadhan Wisata menyayangkan sikap Pemerintah Israel yang akan larang WNI masuk ke Yerusalem.

Menurut Pemimpin Cabang Nur Ramadhan Banjarmasin, H Syauqie Mubarak, pelarangan tersebut sebenarnya merugikan kedua belah pihak.

Di satu sisi masyarakat Indonesia yang banyak berziarah dan kunjungi Masjidil Aqsa tak bisa lagi berkunjung ke situs penting bagi Agama dan sejarah Islam.

Baca: The Sacred Riana Bikin Horor Lagi, Koban Tewas dalam Pembunuhan Hatui Juri Americas Got Talent

Sedangkan di sisi Israel diperkirakan juga akan alami kerugian atau penurunan pendapatan dari nilai wisata karena banyaknya jamaah WNI yang berkunjung ke Masjidil Aqsa setiao tahunnya.

Menurut Syauqi, ada ratusan WNI yanh setiap tahun berangkat ke Masjidil Aqsa baik dalam paket perjalanan Umrah maupun wisata Islami.

Baca: Ini Kunci Keberhasilan Barito Putera Tekuk Persija Jakarta dan Bertengger di Puncak Klasemen

Dari jamaah Nur Ramadhan Wisata saja setiap tahun memberangkatkan tiga hingga empat kali rombongan jamaah mengunjungi Masjidil Aqsa setiap tahun.

Hal ini juga menurutnya mengejutkan, karena baru kira-kira satu minggu belakangan rombongan jamaah Nur Ramadhan Wisata selesai berkunkung ke Masjidil Aqsa.

Baca: Tak Muncul di Pesbukers, Netizen Tanya Raffi, Bos ANTV: Katanya Pusing, Tapi Ada di TV Sebelah

"Paket umrah plus Aqsa selanjutnya sebenarnya sudah kami rencanakan dan godok untuk berangkat di Bulan Nopember nanti," kata Syauqi.

Namun walaupun demikian hingga saat ini paket tersebut memang belum dipasarkan.

Syauqi menyebutkan tetap akan terus menggodok paket tersebut walaupun ada pelarangan, karena ia menduga pelarangan tersebut hanya akan bersifat sementara saja.

"Tidak kami pasarkan dulu, tapi akan tetap digodok menunggu perkembangannya," kata Syauqi. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved