Berita Banjarmasin

Para Guru PAUD dan Sekolah Minggu di Banjarmasin Antusias Ikuti Pelatihan

Puluhan guru guru pendidik anak usia dini (PAUD) dan guru sekolah minggu tampak santai dan rileks terlihat di ruangan Yayasan

Para Guru PAUD dan Sekolah Minggu di Banjarmasin Antusias Ikuti Pelatihan
Irfani
Para guru PAUD dan sekolah Minggu ikuti pelatihan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Puluhan guru guru pendidik anak usia dini (PAUD) dan guru sekolah minggu tampak santai dan rileks terlihat di ruangan Yayasan Mardiko Borneo Indonesia di Jalan S Parman Gang Nusa Indah RT25 Banjarmasin Barat, Jumat (1/6/2018).

Bahkan tawa lepas terdengar keluar kala narasumber Pdt Djefri berbicara dengan lugas dan mudah dimengerti serta diselingi sesekali canda.

Para guru ini pun tambah antusias berinterakasi dengan para narasumber salah satunya adalah Pdt Djefri

Baca: Jadwal Buka Puasa dan Sholat Maghrib Jumat 1 Juni 2018 - Hari ke 16 Ramadhan 1439 H di Kota Besar

Baca: 1 Juni Hari Lahir Pancasila Bukan Kesaktian Pancasila, Ini Lirik Lagu Garuda Pancasila & Penciptanya

Baca: Live Streaming Arema FC vs PSIS Semarang Liga 1 Pekan 12 Via Streaming Indosiar

Dengan santai Djefri pun menyodorkan pertanyaan kenapa guru tak maksimal dan beragam jawaban pun keluar dari peserrta seperti guru tak pede, guru tak kreatif, guru tak persiapan dan lainnya.

Djefri yang kerap menjadi narasumber di berbagai wilayah di Indonesia ini pun mengatakan sebenarnya kita semua kreatif dimana ia mencontohkan baru beli Hp saja cepat menguasai .

Menurutnya kenapa guru tak maksimal karena salah satunya adalah tak mau repot dan menurutnya jika kaka (sebutannya kepada guru peserta seminar) mau repot maka tak ada kendala dalam mengajar sekolah anak-anak.
"Kalau kaka mau repot tak ada kendala dalam sekolah minggu, kita dulu mengajar dari murid 100 bertambah hingga 500, kenapa karena guru kita latih,"paparnya disambut antusias para pengajar.

Menurutnya ia sendiri mempunyai beberapa teknik salah satunya adalah tekni balon dimana diharapkan dengan teknik diharapkan menarik perhatian anak-anak .
"Kalau dia anak-anak tak bisa maka mereka penasaran, balon menjalin komunikasi dan membuat perhatian anak-anak, ingat dunua kita anak. Dunia anak dunia anak bermain, dunia bercanda, main-mainan," paparnya.

Ya, selama dua hari, Yayasan Mardiko Borneo Indonesia melakukan Pelatihan Guru Sekolah Minggu dan Guru PAUD Kristen. Mengambil tema Kreativitas Guru di Era Digital dan para narasumber sendiri adalah Pdt DJefri, Pdt Conny, Pdt Steven

Pendiri dan Pembina Yayasan Mardiko Borneo Indonesia Dr Marudut Tampubolon SH MH didampingi Ketua Pengurus Leo SE mengatakan kegiatan pelatihan guru sekolah minggu dan PAUD Kristen ini adalah kegiatan yayasan.

Dimana sebelumnya pihaknya juga melaksanakan perlatihan terhadap mahasiswa-mahasiswa dan kali ini kepada guru-guru pendidikan anak usia dini (PAUD) berikut guru-guru sekolah minggu.
Kenapa kita pilih mereka? Marudut mengatakan karena pertama dirasa mereka kurang perhatian dan bahkan tidak ada perhatian insitusi lain sehingga oihaknya coba memberikan pelatihan denghan mendatangkan instuktur dari Surabaya.

"Mereka ini bisa dikatakan intruktur pengalaman dan bagaimana mereka mengurai masalah era sekarang dan bagaimana agar kreativitas guru dan orang tua berkembang agar anak-anak kita tak terpengaruh berbagai hal seperti oleh gawai atau gadget ," paparnya.

Menurutnya pihaknya memulai dari anak-anak karena anak-anak adalah penerus bangsa dan diharapkan dengan pengajaran yang mereka terima dari guru menjadi sebagai perisai bekal mereka dimasa depan.

Untuk peserta pelatihan sendiri sebanyak 55 guru PAUD dan sekolah minggu se Kalsel dan diharapkan dengan adanya pelatihan ini para guru dibekali standar dan ada metode baru. (BANJARMASINPOST.CO.ID/Irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved