Berita Banjarmasin

Begini Cara Zainab, Pelaku Jasa Tukar Uang di Jalan S Parman Banjarmasin Ini Menghindari Riba

Zainab terus menunggu orang-orang yang ingin menukarkan uang mereka di lapak jasa penukaran uang yang dibukanya di atas trotoar.

Begini Cara Zainab, Pelaku Jasa Tukar Uang di Jalan S Parman Banjarmasin Ini Menghindari Riba
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Sabtu (2/6/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di bawah terik matahari siang, sambil berlindung di bawah pohon, Zainab, nampak terus menawarkan lembaran uang pecahan baru kepada pengendara melintas di Jalan S Parman, Banjarmasin.

Hanpir satu jam lebih tidak ada satupun yang mampir menggunakan jasa perempuan 42 tahun itu. Namun dia nampak tidak menyerah. Sambil duduk pada sisi trotoar, Zainab terus menunggu orang-orang yang ingin menukarkan uang mereka di lapak jasa penukaran uang yang dibukanya.

Ditemui Jumat (1/6/2018) di Jalan S Parman, perempuan itu nampak tersenyum ramah. Dia membuka penutup sebagian wajahnya yang melindungi dari debu. Usai melepas sunggingan senyum dia kembali menutup wajahnya.
Sudah lima tahun sudah Zainab melakoni usaha jasa penukaran uang. Di bahkan mengaku bukan warga asli Banjarmasin, tapi datang dari Tabunganen, Barito Kuala.

Baca: Ancaman Aksi Mogok 1.300 Pilot Garuda Indonesia Bikin Warga Banua Pun Waswas

Selama di Banjarmasin, Zainab sengaja menyewa rumah. Menurut dia, jika pulang pergi ke Tabunganen memerlukan biaya cukup banyak, dan tidak akan membuat modal usahanya kembali.

Wanita beranak dua ini tidak sendiri melakoni jasa penukaran uang. Ikut bersamanya beberapa anggota keluarga, termasuk anak dan suami serta adiknya ikut membuka lapak penukaran uang.

“Saya di sini satu keluarga. Kami semua setiap tahun membuka lapak jasa penukaran uang. Anak saya yang masih duduk di bangku SMK di Tamban, juga ikut membantu,” tutur Zainab sambil menunjukan barisan lapak jasa penukaran uang keluarganya.

Memang,sepanjang Jalan S Parman Banjarmasin terlihat beberapa pengusaha jasa penukaran uang nonbank. Mereka berjejer di pinggir jalan sepanjang 100 meter panjang. Masing-masing lapak berjarak kurang lebih 10 meter. Rupanya, mereka adalah keluarga dari Zainab.

Baca: Prediksi Skor Sriwijaya FC vs Persela Lamongan Pekan 12 Liga 1 Live Indosiar Malam Ini

Selama lima tahun terakhir, Zainab mengatakan dua tahun ini pendapatan cukup berkurang. Jasa penukaran uang di pinggir jalan, sudah kurang diminati. Hal itu karena adanya bank-bank keliling yang memberikan jasa serupa.

Tidak banyak jenis uang yang disediakan oleh Zainab. Hanya tiga jenis, yakni uang pecahan nominal Rp 10.000, Rp 5.000 dan Rp 2.000. Dia tidak menawarkan uang dalam pecahan besar.

Soal keuntungan atau jasa tukar uangnya dianggap jual beli, Zainab menerangkan, si pengguna jasa bisa memberinya uang hanya dimaksudkan sebagai sedekah atau upah, bukan menukarkan. Bahkan dia pun tidak meanggarkan angka untuk setiap penukaran.

“Saya selalu bertanya apa ia ikhlas memberi saya bayaran dalam menukarkan uangnya. Karena ini bulan puasa, saya juga tidak ingin riba,” ungkap Zainab.

Zainab berujar jika ditarget 10 persen untuk setiap penukaran uang, itu justru dianggap tidak berkah. Sebeliknya jika penukar iklhas membeli, dia selalu menerimanya.

Baca: Jadwal Lengkap! Siaran Langsung (Live) Piala Dunia 2018 Rusia di Trans7, Trans TV dan Transvision

Bahkan, hari ini dalam Rp1.000.000 penukaran, Zainab dibayar kurang dari Rp 100.000. Jika saja dia menaruh harga 10 persen, maka uang senilai Rp 100.000 sudah dia peroleh dari penukaran tersebut.

Zainab mengaku se;lama selama lima tahun membuka jasa penukaran uang di pinggir jalan,
belum pernah mendapatkan tuguran dari Satpol PP Kota Banjarmasin. Selama lima tahun pula dia berada pada titik yang sama yakni di Jalan S Parman.

Sambil memperlihatkan jenis uang yang dia tawarkan, Zainab mengaku tidak banyak perolehan setiap tahunnya.

“Biar tak banya tapi cukuplah buat tinggal di Banjarmasin dan biaya anak sekolah,” ungkap wanita yang bersama keluarganya jika tidak bulan Ramadan sehar-hari menjadi petani di Tabunganen. (banjarmasinpost.co.id/ell)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved