Berita Tanahlaut

Sehari, Tanahlaut Alami Kebakaran Lahan di Tiga Tempat

Seharian ini, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanahlaut memburu tiga lokasi kebakaran

Sehari, Tanahlaut Alami Kebakaran Lahan di Tiga Tempat
ist
Petugas Pusdalops Posko BPBD Batibati memadamkan api secara manual karena mobil pemadam tak dapat menjangkau titik api karena tak ada jalan untuk roda empat di Jalan Teluk Paku, Desa Batibati, Senin (18/6/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Seharian ini, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanahlaut memburu tiga lokasi kebakaran lahan, Senin (18/6/2018).

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, kebakaran lahan terjadi di Kelurahan Saranghalang, Kecamatan Pelaihari. Semak belukar di belakang Balai Latihan Kerja (BLK), sekitar pukul 11.00 Wita.

Beruntung api yang membakar lahan seluas sekitar 300 meter persegi itu berhasil dipadamkan petugas dengan penyemprotan air.

Kendalanya, diduga, wilayah Kelurahan Saranghalang arah jalan menuju Desa Bumijaya masih banyak lahan tidur yang belum digarap pemiliknya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans TV Belgia vs Panama di Grup G Piala Dunia 2018 Malam Ini

"Padahal, jika ditanami buah apel menghasilkan wisata petik buah," ujar Abdul Hakim, warga Kota Banjarbaru yang bersilaturrahmi ke rumah adiknya di Saranghalang.

Lokasi berikutnya, di Desa Tambangulang, di dekat TK juga terbakar. Pemadaman dilakukan secara manual karena api sebagian sudah padam.

"Luasan lahan yang terbakar sekitar 200 meter persegi," ujar Dhanny Perdana, anggota BPBD Tanahlaut menerima informasi dari Pusdalops Posko BPBD Batibati.

Lahan paling luas sekitar 1,5 hektare di Jalan Teluk Paku Desa Batibati, Kecamatan Batibati, terbakar. Kebakaran di lokasi itu membuat satu keluarga Sanul kalang kabut.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans TV Inggris vs Tunisia Grup G Piala Dunia 2018 Malam Ini

Sanul, tanaman padinya akan berbuah sehingga satu keluarga berjibaku memghambat jalur api menyentuh tanaman padinya.

Tahun lalu, lokasi kebakaran juga terjadi di dekat persawahan milik Sanul sekeluarga. Beruntung regu pemadam kebakaran BPBD Tanahlaut dari Posko Daops Batibati cekatan.

Padahal, kendalanya, mobil pemadam tidak dapat mencapai titik api dan sungai kerukan dalam kondisi kering tak berair. Personel BPBD Tanahlaut hanya mengandalkan alat manual, pemukul api.

Abdul Hakim, warga Kota Banjarbaru menilai pesawahan atau lahan bundung di Batibati itu tidak terkoneksi saluran air dengan Sungai Banuaraya.

"Jika saluran air atau kerukan di lahan Batibati dan Gunungraja itu terkoneksi dengan air Sungai Banuaraya, yakin lahannya subur dibuat pertanian. Jika kebakaran terjadi sumber air pemadaman tidak sulit," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved