Polemik Jasa Pelayanan Medis

Tenaga Medis Menolak Tanda Tangan, Malah Diancam Seperti Ini

Salah satu bidan mewakili rekan-rekannya di lingkup RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor Tanah Bumbu merasakan ketidakadilan

Tenaga Medis Menolak Tanda Tangan, Malah Diancam Seperti Ini
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Salah satu bidan mewakili rekan-rekannya di lingkup RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor Tanah Bumbu merasakan ketidakadilan dalam hal pembagian jasa pelayanan.

Padahal, sebut dia, Perbup 2016 sudah ada, namun itu belum diterapkan dengan baik.

Sempat ada pertemuan dengan jajaran manajemen membahas itu menanyakan ke bagian keuangan, namun tidak pernah ada penjelasan.

Baca: Waduh, Para Tenaga Medis di Tanahbumbu Merasa Diperlakukan Tidak Adil

"Selama 2 tahun terakhir sudah ada perbup yang mengatur namun pembagiannya tidak sesuai dan tidak transparan. Sementara ini kami hanya bisa diam dan menunggu perkembangan. Kami sempat protes dengan menolak tanda tangan, namun pihak manajemen mengatakan kemungkinan tidak ada pencairan bulan depan bila tidak tanda tangan," kata tenaga medis itu mewanti-wanti agar namanya disebut.

Adanya ancaman dari pihak manajemen akhirnya membuat para tenaga medis menandantangani.

Baca: Dimsum Martabak Ayu Ting Ting Raih 99 Ribu Penonton 3 Hari Tayang, Lho Masih di Bawah 2 Film Ini

Padahal, jasa pelayanan yang mereka terima hanya sekitar 400 ribu, bahkan ada nilainya yang lebih kecil.

"RSUD ini masih menggunakan Perbub 2014, padahal sudah ada Perbup 2016. Dulu kami terima di atas Rp 1, bahkan bisa Rp 2 juta. Namun dua tahun terakhir ini jumlahnya turun. Bahkan, seorang dokter hanya menerima Rp 500 ribu," ungkapnya.

Padahal, sebut dia, perawat, bidan dan dokter langsung berhubungan dengan pasien dan memiliki risiko lebih tinggi.

Baca: CEO Perusahaan Startup Malaysia Tewas Setelah Ponsel yang Dichargernya Meledak

Namun, jasa pelayanan itu seolah tak dihargai dan justru pihak manajemen mendapat honor yang tinggi.

Salah satu dokter spesialis di RSUD dr H Andi Abdurrahman yang enggan disebutkan namanya mengakui merasakan adanya ketidakadilan.
Pasalnya, mereka yang berhubungan langsung justru memiliki honor yang rendah.

"Kami merasa ini tidak adil. Pihak manajemen justru memiliki memperoleh honor lebih tinggi. Dokter spesialis seperti saya menghadapi langsung pasien, lha kok jasa pelayanan yang kami terima lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang tidak bekerja langsung. Ini kan jelas tidak adil,” tandasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved