Berita Tanahlaut

Panwaslu Tanahlaut Dilapori Kasus Dugaan Politik Uang di Desa Banyuirang, Batibati

Jelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tanahlaut, pada 27 Juni ini, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanahlaut

Panwaslu Tanahlaut Dilapori Kasus Dugaan Politik Uang di Desa Banyuirang, Batibati
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Badrul Ain Sanusi Al Afif, pengacara yang mengaku ditunjuk sebagai penasihat hukum, tim pasangan calon nomor urut 2, Bambang Alamsyah dan Ahmad Nizar melaporkan dugaan praktik politik uang di Kantor Sekretariat Panwaslu Kabupaten Tanahlaut, Kamis (21/6/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Jelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tanahlaut, pada 27 Juni ini, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanahlaut menerima pengaduan dugaan politik uang.

Pelapor dugaan politik uang, Badrul Ain Sanusi Al Afif, pengacara yang mengaku ditunjuk sebagai penasihat hukum, tim pasangan calon nomor urut 2, Bambang Alamsyah dan Ahmad Nizar.

Menurut Badrul Ain Sanusi Al Afif, laporan itu terkait praktek politik uang sebesar Rp 50 ribu di dalam amplop khusus untuk para penyimak kegiatan kampanye pasangan calon nomor urut 1, Sukamta dan Abdirahman.

Lokasi dugaan praktik politik uang itu dikatakan Badrul Ain Sanusi Al Afif di Desa Banyuirang, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut, Selasa (19/6/2018) sekitar pukul 14.00 Wita.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans TV Prancis vs Peru di Grup C Piala Dunia 2018 Malam Ini

Badrul Ain Sanusi Al Afif mengaku menghadirkan dua saksi yang melihat peristiwa dugaan praktik politik uang tersebut dan bukti audio visual seperti rekaman serta video.

"Kami juga mengajukan petugas pengawas pemilu lapangan dua orang yang melihat dan memantau kampanye pasangan calon nomor urut 1 di Desa Banyuirang," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Kamis (21/6/2018).

Terpisah, tim hukum pasangan calon nomor urut 1, Rahmat Suryadi dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, mengaku tidak mengetahui pelaporan tersebut.

Baca: Hasil (Skor) Akhir Denmark vs Australia di Piala Dunia 2018 - Skor 1-1, Denmark Puncaki Grup C

Jika benar laporan itu, Rahmat Suryadi meyakini Panwaslu Kabupaten Tanahlaut pasti akan mempelajari apakah memiliki alat bukti dan saksi serta ada surat panggilan klarifikasi.

"Tim hukum pastilah akan menunggu surat panggilan klarifikasi dari Panwaslu Tanahlaut. Kita menunggu saja," katanya.

Sementara itu, anggota Panwaslu Kabupaten Tanahlaut, Taufikurrahman seusai menerima Badrul Ain Sanusi Al Afif mengaku masih mempelajari pengaduan tim hukum pasangan calon nomor urut 2.

"Sesuai aturan Bawaslu RI, Panwaslu Kabupaten Tanahlaut menerima pengaduan terlapor dan melakukan kajian sebelum diserahkan kepada Sentra Gakkumdu," katanya.

Tampak dalam mendampingi Panwaslu menerima pengaduan tim hukum pasangan calon nomor urut 2, Kasipidum Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Adhya Satya Lambang Bangsawan dan Kanitresum Satreskrim Polres Tanahlaut, Ipda Sulaimi. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved