Berita Kotabaru
Terpaksa Kumpulkan Uang, Korban Puting Beliung di Pulau Sembilan Masih Berharap Bantuan Pemda
Masih ingat peristiwa puting beliung memporakporandakan puluhan bangunan rumah warga di desa Tengah dan Tanjung Nyiur
Penulis: Herliansyah | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Masih ingat peristiwa puting beliung memporakporandakan puluhan bangunan rumah warga di desa Tengah dan Tanjung Nyiur, Kecamatan Pulau Sembilan Kotabaru terjadi beberapa bulan lalu?
Pascakejadian, hanya sebagian warga yang bisa memperbaiki tempat huniannya secara utuh.
Ironis, bagian bangunan rumah yang rusak hanya diperbaiki dengan bahan seadanya.
Selain memanfaatkan material yang masih bisa digunakan pascaputing beliung, bahkan meminjam material tetangga yang tidak terpakai.
Baca: Nama Unik Gunakan Istilah Dalam IT, Bambang Buktikan Nama Anaknya Microsoft dan Interna Jadi Doa
"Memang ada juga yang membeli sendiri material seperti seng dan material lainnya ke Kotabaru," kata Muhammad Hamdi warga Pulau Sembilan kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (24/6/2018).
Hanya tidak bisa merincikan detail berapa jumlah rumah yang kondisinya tergolong masih rusak.
Meski demikian, beberapa warga menjadi korban tetap berharap ada bantuan dari pemerintah daerah.
Baca: Hari Ini Lionel Messi Ulang Tahun, Pesta Perayaannya Dibatasi Federasi Bola Argentina karena Ini
Su'ding misalnya, warga RT 09, Desa Tengah, ini sangat berharap ada bantuan atap dan kayu balok dari pemerintah daerah.
Pascakejadian hingga sekarang, ia belum bisa memperbaiki rumahnya.
Tidak memiliki uang membeli material, Su'ding terpaksa tinggal di rumah dalam kondisi seadanya.
Sambil mengumpulkan uang agar bisa membeli material diperlukan.
Seperti seng atau sejenisnya, balok ukuran 55 dan 53.
Baca: Kumpulan Meme Messi Atas Kekalahan Argentina vs Kroasia di Piala Dunia, Ronaldo Dibawa-Bawa!
Menurut dia, pascakejadian puting beliung berapa waktu lalu, atap rumah bagian ruang tengah masih bolong
"Saya masih berharap kalau ada bantuan pemerintah daerah," kata Su'ding dikutip dari Muhammad Hamdi yang juga korban puting beliung.
Serupa juga dialami Ullu, warga RT 08, desa Tengah. Pascakejadian puting beliung, rumahnya rusak berat belum diperbaiki dengan sempurna.
Sementara untuk mengetahui pasti jumlah rumah warga masih rusak pascaputing beliung berapa bulan lalu, hingga berita diturunkan Kepala Desa Tengah belum bisa dikonfirmasi melalui telepon selularnya.
Pun banjarmasinpost.co.id mencoba mengonfirmasi Dinas Sosial dan Plt Kepala BPBD belum berhasil didapat, saat dihubungi melalui telepon selularnya.
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/seorang-pemilik-rumah_20180624_112936.jpg)