Serangan Fajar Pilkada HSS

Pemberi dan Penerima Serangan Fajar Pilkada, Ketua MUI Hulu Sungai Selatan Tegaskan, Haram!

Setiap jelang Pilkada, istilah Money politics atau serangan fajar rame menjadi pembicaraan banyak orang.

Pemberi dan Penerima Serangan Fajar Pilkada, Ketua MUI Hulu Sungai Selatan Tegaskan, Haram!
Aprianto
Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten HSS, H Muhammad Zaki Mubarak Lc MHI 

BANJARMASINPOST.CO,ID, KANDANGAN-Setiap jelang Pilkada, istilah Money politics atau serangan fajar rame menjadi pembicaraan banyak orang.

Dalam hukum Islam, money politics atau serangan fajar termasuk kategori risywah atau suap.

Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten HSS H Muhammad Zaki Mubarak Lc MHI menegaskan bahwa hukumnya haram untuk serangan fajar atau money politic.

"Dalam hukum Islam, money politic itu termasuk kategori risywah atau suap. Hukumnya haram, baik yang memberi, maupun yang menerima, bahkan yang menjadi perantaranya," tegasnya, kemarin.

Baca: Heboh Kura-kura Langka Dunia Ditemukan di Kapuas Timur, Mirip Hewan Purba Bisa Makan Buaya!

Baca: Hasil Akhir Portugal vs Iran di Grup B: Imbang! Cuplikan Kiper Iran Berhasil Halau Penalti Ronaldo

Pihaknya mengimbau kepada umat Islam dan masyarakat pada umumnya agar jangan sampai terlibat dalam praktik risywah atau money politik, baik sebagai pemberi, perantara, maupun penerima.

"Ketiganya ini diancam dengan laknat oleh Allah SWT. Risywah hukumnya tetap haram, walaupun menggunakan istilah hadiah, hibah, tanda terimakasih dll," lanjutnya.

Lebih rinci, hukumnya adalah sebagai berikut, apabila diyakini/ diduga kuat oleh penerima bahwa pemberian itu apapun bentuk dan alasannya, hanyalah sebagai kedok untuk menutupi money politik, maka hukumnya haram.

Apabila diragukan oleh penerima apakah terkait money politik atau bukan, maka hukumnya adalah syubhat dan seyogyanya dihindari karena hadis-hadis Nabi SAW sangat tegas dalam mewanti-wanti hal ini.

Apabila diyakini tidak ada sangkut paut dengan money politik, maka hukumnya halal.

Pihaknya juga menghimbau kepada para alim ulama dan para tokoh masyarakat agar memberikan pengertian, pemahaman, dan bimbingan kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh ajakan-ajakan yang tidak sesuai dengan tuntunan agama.

Mari kita bersama-sama menciptkakan suasana damai dan kondusif serta mengedepankan ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air), dan ukhuwah basyariah (persaudaraan kemanusiaan).

"Mari kita lakukan hak pilih kita sesuai dengan hati nurani dan saling menghargai terhadap adanya perbedaan.#mari kita gunakan hak pilih," tambahnya. (BANJARMASINPOST.co.id/aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved