Berita Banjarmasin

Baru Berjumlah 75 Orang, Kalsel Minim Pustakawan dan Arsiparis

Pentingnya peran pustakawan dan arsiparis terus jadi perhatian Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kalimantan Selatan.

Baru Berjumlah 75 Orang, Kalsel Minim Pustakawan dan Arsiparis
istimewa
Rapat Koordinasi Pengembangan Perpustakaan dan Kearsipan se-Kalsel yang digelar Dispersip Kalsel, Rabu (27/6/2018) di Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pentingnya peran pustakawan dan arsiparis terus jadi perhatian Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kalimantan Selatan.

Jumlah serta kualitas pustakawan dan arsiparis terus berusaha di tambah agar bisa menunjang dunia pustaka di Kalsel, mengingat saat ini jumlahnya masih minim di Kalsel.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dispusip Kalsel Hj Nurliani Dardie dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Perpustakaan dan Kearsipan se-Kalsel yang digelar Dispersip Kalsel, Rabu (27/6/2018) di Banjarmasin.

Bunda Nunung didampingi Sekretaris Dispusip Kalsel M Ramadhan sapaan akrabnya menjelaskan, saat ini jumlah pustakawan dan arsiparis di Dispersip Kalsel baru berjumlah 75 orang.

Baca: Anggota DPR RI Ini Kaget John Tralala Wafat, Ungkap Ramadhan Bertemu di TVRI Begini Kondisinya

"Yang PNS baru 45 orang. Harus diakui masih minim. Makanya kami terus rapatkan koordinasi dengan dinas-dinas terkait, seperti BKD Provinsi dan Pemprov Kalsel agar bisa mendapatkan solusi terbaik," kata dia.

Tapi, minimnya jumlah pustakawan dan arsiparis tak mengurangi semangat untuk terus meningkatkan kualitas yang ada.

"Koordinasi juga terus dilakukan dengan dinas-dinas perpustakaan di kabupaten/kota serta pemkab/pemko agar langkah untuk memajukan dunia pustaka di Kalsel tetap maksimal," kata dia.

Baca: Kapolda Kalsel Kaget! Ada Warga Belum Coblos Tapi Jarinya Sudah Ada Tintanya, Ini Faktanya

Syamsir Asisten II Bidang Administrasi Umum Pemprov Kalsel yang hadir mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi semangat Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalsel untuk terus memajukan dunia pustaka di Kalsel.

"Meski harus diakui Arsiparis dan pustakawan di tempat kita masih kurang, tapi semangat memajukan dunia pustaka di Kalssl terus dijaga. Kita di Pemprov Kalsel akan coba terus mengkoordinasikan agar permasalahan yang ada ini bisa dicari solusinya. Kita juga teruskan ke pemkab/pemko karena ini sebenarnya tanggungjawab kita bersama-bersama," kata dia.

Baca: Pelatih Kabur, Tuah Bisikan Messi & Maradona Masuk RS, Ini 5 Hal Unik Laga Argentina vs Nigeria

Pustakawan Kalimantan Selatan Ahmad Syawqi yang juga hadir di acara tersebut mengatakan, pustakawan memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan dunia kepustakaan.

Pustakawan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari ini mengatakan, kemampuan seorang pustakawan sangat berpengaruh terhadap kemajuan dunia pustaka.

"Seorang pustakawan, harus bisa memberikan pelayanan kepada pengunjung berbagai kebutuhan, yang paling penting mampu beri solusi kepada orang yang datang. Fungsi literasinya sangat penting. Idealnya bahkan tiap sekolah ada, bukan tiap wilayah," kata juara Lomba Pustakawan Berprestasi tahun 2018 lalu ini.

Acara tersebut juga dihadiri Ahmad Rizali Fahri Sekertaris BKD Provinsi Kalsel dan Dedy Junaidi dari Perpustakaan Nasional RI.

(banjarmasinpost.co.id/rahmadhani)

Penulis: Rahmadhani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved