Waduh! Baru Saja Mesra Usai Pertemuan Trump dan Kim Jong Un, AS-Korut Terancam Memanas Gara-gara Ini

Pejabat yang tak diidentifikasi itu menyebut Korea Utara sengaja merahasiakan hal tersebut sembari mencari pengakuan

Waduh! Baru Saja Mesra Usai Pertemuan Trump dan Kim Jong Un, AS-Korut Terancam Memanas Gara-gara Ini
(AFP/Saul Loeb)
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saling berjabat tangan untuk pertama kalinya di Hotel Capella, Singapura, Selasa (12/6/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, WASHINGTON - Badan intelijen AS menuduh Korea Utara tengah meningkatkan produksi bahan bakar persenjataan nuklirnya.

Dalam laporan yang disiarkan NBC News, pada Jumat (29/6/2018), dengan mengutip pernyataan dari pejabat AS, Pyongyang masih terus melakukan pengayaan uranium untuk persenjataan nuklir di sejumlah lokasi rahasia.

Pejabat yang tak diidentifikasi itu menyebut Korea Utara sengaja merahasiakan hal tersebut sembari mencari pengakuan dalam pembicaraan nuklir dengan AS.

Pernyataan yang dikeluarkan media tersebut, dengan mengutip sumber pejabat AS, seolah bertentangan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump dalam twitnya usai pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 12 Juni lalu.

Beberapa hari usai pertemuan, Trump mengatakan bahwa Korea Utara sudah tak lagi menjadi ancaman nuklir bagi dunia.

Tentara Korea Utara berjaga di dekat roket Unha-3 yang akan diluncurkan dari Stasiun Peluncuran Satelit Sohae di Tongchang-ri, April 2012.(AFP / PEDRO UGARTE)

 
Tentara Korea Utara berjaga di dekat roket Unha-3 yang akan diluncurkan dari Stasiun Peluncuran Satelit Sohae di Tongchang-ri, April 2012.(AFP / PEDRO UGARTE)   (Via kompas.com)

Dilansir SCMP, laporan NBC yang mengutip pernyataan dari lima pejabat AS mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir Korea Utara telah meningkatkan pengayaan uranium untuk senjata nuklirnya.

Bahkan ketika mereka sedang dalam keterikatan diplomasi dengan AS.

Masih menurut laporan tersebut, badan intelijen AS menyebut Korea Utara memiliki lebih dari satu situs nuklir rahasia selain fasilitas di Yongbon.

"Ada bukti tak terbantahkan yang menunjujkkan mereka tengah mencoba menipu AS," kata salah satu sumber dikutip NBC.

CIA menolak berkomentar atas laporan NBC. Badan AS itu mengatakan tidak dapat memberi konfirmasi maupun komentar terkait informasi intelijen.

Begitu pun dengan Gedung Putih yang menolak permintaan untuk berkomentar.

Laporan NBC tersebut telah meningkatkan keraguan terhadap upaya Korea Utara dalam menyerahkan program persenjataan nuklirnya.

Salah satu pejabat senior intelijen AS mengatakan, keputusan Korea Utara untuk menangguhkan uji coba nuklir dan rudalnya adalah hal tak terduga.

"Namun upaya sedang dilakukan untuk menipu kami tentang jumlah fasilitas, jumlah persenjataan, dan jumlah rudal. Kami terus mengawasi dengan ketat," ujar pejabat tersebut. (*)

Dikutip dari Kompas.com dengan judul : AS Tuduh Korea Utara Tingkatkan Produksi Bahan Bakar Nuklir
https://internasional.kompas.com/read/2018/06/30/14034021/as-tuduh-korea-utara-tingkatkan-produksi-bahan-bakar-nuklir.

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved