Ekonomi dan Bisnis

Pasca-Rencana Beri Sanksi Iran, Trump Malah Desak Raja Salman Naikkan Produksi Minyak

Harga minyak dunia terus mengalami kenaikan. Penyebabnya, sejumlah negara produsen minyak mengalami gejolak.

Pasca-Rencana Beri Sanksi Iran, Trump Malah Desak Raja Salman Naikkan Produksi Minyak
arabianbusiness.com
(Ilustrasi) Kilang minyak milik Aramco 

Saudi merupakan negara pengekspor minyak terbesar dunia dan menghasilkan sekitar 10 juta barel per hari pada Mei lalu.

Negara itu memiliki 1,5 juta hingga 2 juta barel per hari untuk kapasitas cadangan.

"Arab Saudi tidak benar-benar ingin melampaui 11 juta barel per hari dan tidak berniat memperluas kapasitas produksinya saat ini," kata seorang pejabat Saudi kepada The Wall Street Journal.

Harga minyak naik pada pekan lalu, sebagian disebabkan oleh rencana AS untuk menerapkan kembali sanksi terhadap Iran, salah satu produsen minyak utama dunia.

CBC News melaporkan, meningkatnya harga minyak juga karena pemerintahan Trump mendorong sekutu untuk mengakhiri pembelian minyak dari Iran, setelah AS menarik diri dari kesepakatan nuklir antara Iran dan negara kekuatan dunia lainnya.

Selain itu, kenaikan harga minyak dipicu oleh kekacauan yang sedang berlangsung di Venezuela dan pertempuran di Libya. (*)

Dikutip dari Kompas.com dengan judul : Trump Desak Saudi Naikkan Produksi Minyak hingga 2 Juta Barel Per Hari

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved