Berita Bisnis

Pengusaha Katering dan Rumah Makan Pasrah, Harga Cabai Meroket Lagi

Harga Cabai Naik Usik Pengusaha Katering dan Rumah Makan Pasrah, Harga Cabai Meroket Lagi

Pengusaha Katering dan Rumah Makan Pasrah, Harga Cabai Meroket Lagi
ibrahim ashabirin
Ilustrasi: Cabai hiyung di Pasar Baru Keraton, Rantau, Tapin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kenaikan harga cabe rawit tiung dan cabe rawit taji mengusik pengusaha rumah makan dan katering, Rabu (3/7/2018).

Menjadi dilema karena tidak mungkin menaikan harga, berbagai upaya dilakukan untuk mengatasinya.

Owner Rumah Sambal Acan Raja Banjar, Aulia Abdi mengatakan, kenaikan harga cabe sudah menjadi resiko baginya. Tetap menjadi tanggungan pihaknya dengan mengurangi margin.

Baca: Gaji ke 13 Mulai Disalurkan, Ini Besaran Gaji ke 13 Untuk ASN, Polri, TNI, dan Pensiunan

“Kalau mengganti dengan cabe lain jelas tidak bisa, karena mempengaruhi kualitas. Padahal saat-saat ini permintaan meningkat, mudah-mudahan harga segera normal,” katanya.

Diungkapkannya, setiap tahun kenaikan harga cabe selalu terjadi, padahal setiap tahun ada masa panen. Pihaknya setiap hari memerlukan 50 kilogram cabe, dan pada Rabu (3/7), mendapatkan harga Rp 75 ribu per kg dari pengepul.

Hal senada juga diungkapkan Owner Kaila Katering, Surya D Setianta.

Baca: Head to Head & Prediksi Skor Swedia vs Swiss 16 Besar Piala Dunia 2018 Live TransTV Malam Ini

Diungkapkannya bahwa kenaikan cabe rawit ini sangat sering terjadi dan tentunya mempengaruhi usahanya.

“Kami sering kebingungan karena tidak ada substitusi atau pengganti. Sedangkan kami belum mungkin menaikkan harga jual ke konsumen,” katanya.

Dia juga mengatakan, kebutuhan cabe di Kaila katering cukup dominan. Upaya mengatasinya salah satunya dengan mengarahkan sebisa mungkin agar konsumen mengambil produk makanan yang tidak pedas.

“Namun upaya itu tidak semua berhasil, karena selera tidak bisa dipaksa. Entahlah sampai kapan, kami tidak menguasai political agriculture, kejadian ini terulang terus berkali-kali dalam setahun pada sebuah negara agraris,” bebernya.

Baca: Klik Link Resmi Pengumuman Hasil SBMPTN 2018 di Sini, UI, ITB, UGM, IPB

Ditambahkannya, rata-rata dalam sehari membutuhkan cabe antara 10 kg sampai 20 kg.

Pemilik katering Dapur Mama, Adeline mengatakan, kenaikan harga cabe tidaklah mempengaruhi usahanya, dikarenakan menggunakan cabe tidaklah terlalu banyak.

Setiap hari sekitar tiga kilogram sampai empat kilogram.

“Kalau katering tidak cuma cabe saja yang dipakai ada bahan-bahan lainnya, sehingga bisa ambil untung dari bahan lain yang digunakan,” tambahnya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis:
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved