Aruh Baharin Kecamatan Halong
Prosesi Aruh Baharin Warga Dayak Halong: Panggil Para Dewa, Puja Tanaman Hingga Baca Mantera
Upacara Aruh Baharin menurut Iyansyah kepada banjarmasinpost.co.id adalah diawali dengan bagamal.
Penulis: Elhami | Editor: Ernawati
BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Upacara Aruh Baharin menurut Iyansyah kepada banjarmasinpost.co.id adalah diawali dengan bagamal.
Yaitu pemanggilan dewa-dewa.
Para dewa itu berada di berbagai alam.
Yakni alam kadedupa, kademayan, kadumarin, ujungpandang, kejanakan (yang tampak).
Kemudian, alam semar, anak Nabi Sulaiman, laut berpermata, pewenangan Nabi Sulaiman.
Baca: Jadwal Penerimaan CPNS 2018, Ini Berkas-berkas yang Harus Dipersiapkan Calon Pelamar
Baca: Head to Head & Prediksi Skor Uruguay vs Prancis Perempat Final Piala Dunia 2018 Live TransTV
Alam batara gangga, meratu laut (putri junjung buih), meratu nantan (naga), dan meratu bajau.
"Dalam bagamal juga terdapat segmen sumbayang yaitu memuja tanaman dan hewan tertentu, seperti kayu petiti/puai (sejenis umbi-umbian) dan kepiting atau ketam," ujarnya.
Segmen bagamal juga terdapat pujaan terhadap hyang putir.
Yaitu mantera berisi cerita proses terjadinya padi hingga turun ke bumi dan berladang hingga panen.
Kemudian segmen hyang lembang ditujukan para dewa dan roh penghuni atau penjaga bawah bumi.
Hyang dewata yaitu ritual memanggil dewa-dewa yang menguasai tempat-tempat tertentu, serta ritual hyang dusun yang ditujukan untuk kerajaan Raja Dayak Dambung Rombe Olo yang menguasai 9 benua.(banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/warga-dayak-halong-menggelar-aruh-baharin_20180706_104638.jpg)