Fenomena Penyalahgunaan Obat

PKBI Akui Banyak Abortus di Kalsel, Namun Tak Terdata karena Sering Dilakukan Seperti Ini

HAPNIAH, Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Selatan, tak menepis banyak kegiatan abortus (aborsi) di daerah ini.

PKBI Akui Banyak Abortus di Kalsel, Namun Tak Terdata karena Sering Dilakukan Seperti Ini
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - HAPNIAH, Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Selatan, tak menepis banyak kegiatan abortus (aborsi) di daerah ini.

Dia menyebutkan aborsi itu terjadi pada kasus-kasus yang tidak diinginkan.

Seperti perempuan yang tidak siap jadi ibu atau perempuan yang sudah berkeluarga dengan alasan gagal KB.

“Karena ada kebutuhan-kebutuhan inilah mereka mencari orang yang bisa memberikan pertolongan untuk menggugurkannya,” ujarnya.

Baca: Obat-obatan Jenis Ini Disalahgunakan untuk Aborsi, Tinggal Bilang Telat Bulan, Pedagang Pun Paham

“Biasanya pola-pola yang dilakukan orang yang ingin aborsi itu seperti ke dukun beranak, ramu-ramuan, dan mengoplos pil,” ujar Hapniah.

Hapniah mengaku pihaknya tidak memiliki data pelaku aborsi atau kasus aborsi di Kalimantan Selatan.

Pasalnya, tindakan semacam itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Baca: Jangan Salah, Pengumuman UMPTKIN 2018 Pukul 10.00 WIB, Klik Linknya di Sini

“Praktiknya memang ada dan banyak. Tapi tetap saja tidak ada datanya karena ilegal,” ucapnya.

Menurutnya, memang ada pandangan yang berbeda terhadap abortus.

Ada yang prolife (menolak adanya aborsi/tidak membolehkan aborsi) dan prochoice (berdasarkan pada akibat buruk maupun pilihan-pilihan tertentu).

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved