Breaking News:

Piala Dunia 2018

Analisa Laga Perancis vs Kroasia Piala Dunia 2018 LIVE Trans TV Trans7, Pembunuh Perancis!

Namun, seperti biasanya live streaming Prancis vs Kroasia tidak ditayangkan situs Trans TV dan Trans 7.

Istimewa
N Golo Kante 

Namun keberadaan Kante dan Deschamps inilah yang mampu membuat para pemain kreatif bisa bersinar. Di Piala Dunia 1998, Deschamps melindungi lini tengah Prancis sehingga Zinedine Zidane bisa bergerak bebas mengobrak-abrik lini pertahanan Brasil di final.

Ketika Prancis meninggalkan Claude Makelele dan lebih memilih trio penyerang Nicolas Anelka, Thierry Henry, dan Franck Ribery, mereka justru terperosok gugur di fase grup Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.

Barulah ketika Deschamps datang sebagai pelatih ia kembali memperkuat lini tengah Prancis dengan seorang gelandang mumpuni. Nama-nama seperti Blaise Matuidi, Moussa Sisoko, dan tentu saja Kante kemudian menopang Prancis untuk melaju ke final Piala Eropa 2016 dan kini final Piala Dunia 2018.

Kante sendiri menjadi pemain ideal dalam sistem 4-2-3-1 yang lebih cenderung bertahan yang diterapkan Deschamps. Ia memberikan perlindungan agar pemain serang Les Bleus bebas bergerak.

Misalnya saja dalam laga melawan Australia, Peru, atau Argentina. Kante sering kali bergerak ke area kanan untuk menutupi ruang yang ditinggalkan Kylian Mbappe yang merangsek ke depan. Di sana Kante akan melakukan tekel-tekel, merebut bola, sehingga bek kanan Benjamin Pavard terlindungi.

Tak heran jika Kante saat ini tercatat sebagai pemain dengan total ball recoveries tertinggi di Piala Dunia 2018, dengan total 48 kali.

Bukan hanya dalam bertahan, Kante juga penting dalam transisi serangan balik cepat yang menjadi andalan Prancis. Ia tak berlama-lama memegang bola dan langsung memberikannya kepada rekan setim dalam posisi menguntungkan.

Misalnya saja dalam laga melawan Belgia. Kante dengan total 44 umpan jadi pemain Les Bleus dengan jumlah umpan tertinggi. Rataan umpannya pun mencapai 90,9 persen, tertinggi di antara pemain lain.

Ini membuktikan perannya memang krusial dalam memastikan mesin serangan Prancis terus berjalan, meski mereka saat itu hanya menguasai bola 36 persen, ketimbang Belgia yang memegang 64 persen.

Menghadapi Kroasia di final nanti, tugas Kante selanjutnya telah menanti yaitu menghentikan lini tengah Kroasia yang memang piawai memegang bola.

Di sana terdapat Ivan Rakitic dan Luka Modric, yang siap untuk memberikan umpan-umpan terobosan pada Mario Mandzukic atau Ivan Perisic di sayap. Keberhasilan Kante mematikan pergerakan mereka akan berarti besar Deschamps. Bahkan sangat mungkin berujung pada gelar Piala Dunia kedua untuk Prancis.

(BANJARMASINPOST.CO.ID/didik/CNNIndonesia)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved