Banjarbaru Berinovasi

65.974 Anak Banjarbaru akan Diimunisasi, Ambulan Pun Dipasangi Stiker Ini

Sebanyak 10 buah mobil ambulan di Puskesmas yang ada di Kota Banjarbaru yang dipasangkan stiker.

65.974 Anak Banjarbaru akan Diimunisasi, Ambulan Pun Dipasangi Stiker Ini
nia kurniawan
Sebanyak 10 buah mobil ambulan di Puskesmas yang ada di Kota Banjarbaru yang dipasangkan stiker. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemasangan stiker dukungan program pemberian imunisasi Mealies Rubella (MR) di halaman depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Senin (16/7).

Dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru drg Agus Widjaja didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru H Hairul Famhi.

Sebanyak 10 buah mobil ambulan di Puskesmas yang ada di Kota Banjarbaru yang dipasangkan stiker.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru drg Agus Widjaja menyampaikan bahwa pagi hari ini dilakukan pemasangan stiker disemua ambulance di Puskesmas yang ada di Kota Banjarbaru dalam rangka untuk mendukung program pemberian imunisasi Mealies Rubella (MR) dari pemerintah pusat.

Dimana menurut drg Agus Widjaja kegiatan imunisasi Mealies Rubella(MR) ini dilakukan di seluruh Provinsi, dan khusus di Kalimantan Selatan di seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Kalsel antara bulan Agustus dan September selama dua bulan.

Untuk bulan Agustus menyisir semua sekolah yang ada dan untuk bulan September akan menyisir di semua pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, Posyandu, Poskeskel, dan Postu.

"Untuk mencegahnya dengan pemberian imunisasi MR dilakukan dengan interval atau jarak pemberian minimal 6 bulan setelah pemberian imunisasi dasar campak (pada saat anak berusia 9 bulan). Di Kota Banjarbaru anak umur 9 bulan sampai dengan 15 tahun yang terdata ± 65.974 anak yang akan di berikan imunisasi," katanya.

Rubella sangat membahayakan karena dapat menyebatkan kebutaan, ketulian dan kerusakan otak. Dan rubella ini sangat berbahaya ketika menyerang ibu hamil saat semester 1 dan 5 dimana cabang bayinya akan menjadi cacat otak dan kecacatan pada jantung anak.(*/AOL)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved