B Focus Banua Anam

Dinkes Tabalong Lakukan Sendiri Pembangunan Jamban Sehat, Pertimbangannya Ini

Pada Juni 2018, telah dilakukan pelatihan kader bekerjasama dengan Adaro dengan mendatangkan fasilitator dari pusat.

Dinkes Tabalong Lakukan Sendiri Pembangunan Jamban Sehat, Pertimbangannya Ini
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Pada Juni 2018, telah dilakukan pelatihan kader bekerjasama dengan Adaro dengan mendatangkan fasilitator dari pusat.

Kemudian, dilanjutkan dengan pendataan ulang desa mana saja yang sudah atau belum ODF agar bisa menjadi database sesuai fakta di lapangan.

"Jadi bukan berarti data ini tidak valid, tapi setidaknya kami harus melihat kondisi di lapangan, ini karena sifatnya dinamis, siapa tahu berubah turun atau naik. Soalnya, bisa saja bertambah karena warga secara mandiri membuat akses sanitasi," ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabalong, dr Taufiqurrahman Hamdie.

Baca: Hari Ini Pengumuman Hasil Ujian Tulis (Utul) UGM 2018 Jalur Mandiri, Klik Situs um.ugm.ac.id/admisi

Baca: Hari Pertama Sekolah, Rafathar Minta Diantar Pakai Lamborghini, Ini Sikap Bijak Raffi Ahmad

Setelah pendataan selesai dilakukan, barulah akan ada kegiatan pencanangan di tingkat kabupaten oleh Bupati Tabalong dengan melibatkan swasta dan masyarakat.

"Supaya semuanya bahu-membahu. Sebab, dana utk ODF ini cukup besar, dimana saat ini ada menggunakan dana dinkes, CSR Adaro dalam hal ini YABN, dan kami harapkan juga ada CSR perusahaan lain," katanya.

Baca: Lowongan Kerja Dibuka PT KAI, Info Lengkap, Persyaratan dan Linknya di Sini, Bisa Lulusan SMA

Untuk dukungan terhadap program ini, tidak hanya bisa dalam bentuk uang tetapi bisa saja dalam bentuk lain, misalnya berupa material untuk pembuatan WC.

Ini karena dalam program ODF ini, dinkes maupun YABN melakukan cara dengan membuat sendiri bagian-bagian yang diperlukan, seperti kloset dalam pembangunan jamban sehat.

Baca: Jadwal Pendaftatan CPNS 2018, Mau Lulus Tes SKD & SKB? Pelajari Hal Mudah Ini

Dengan membuat sendiri kloset maka secara pendanaan jauh lebih ringan dibandingkan dengan membeli yang sudah jadi.

Melalui teknologi tepat guna yang sudah dilatihkan, maka apabila membuat jamban sehat dengan membuat sendiri perlengkapannya dan gotong royong, hanya mencapai sekitar Rp 600 ribu - Rp 700 ribu.

Sedangkan bila membangunnya dengan cara membeli perlengkapan yang sudah jadi seperti kloset jadi, maka akan bisa memakan biaya antara Rp 2 juta sampai Rp 3 juta.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved