Rentenir Berkedok Koperasi

Belum Ada yang Mengajukan Perizinan Bank Wakaf di Kalsel

Dari berbagai cara ditempuh pemerintah genjot inklusi keuangan, skema Bank Wakaf Mikro menjadi salah satu cara

Belum Ada yang Mengajukan Perizinan Bank Wakaf di Kalsel
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dari berbagai cara ditempuh pemerintah genjot inklusi keuangan, skema Bank Wakaf Mikro menjadi salah satu cara yang dikembangkan sasar segmen masyarakat unbankable.

Namun karena tergolong baru dibanding skema yang lain, hingga saat ini belum ada Bank Wakaf Mikro di Kalsel.

Hal ini diamini Andika, staf Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IX Kalimantan.

Baca: Ojol Mahasiswi Ini Trauma Lewat Kuburan Malkon Temon, Ditemui Sosok Berjubah Putih

“Sampai saat ini belum ada pihak yang mengajukan perizinan ke OJK untuk bentuk Bank Wakaf di Kalsel,” ujarnya.

Menurut dia, syarat pokok pembentukan Bank Wakaf tidak jauh berbeda seperti pembentukan lembaga keuangan syariah lainnya.

Baca: Ini Risikonya Bila Ada Koperasi yang Terindikasi Unsur Kegiatan Rentenir

Di antaranya akta pendirian badan hukum dan anggaran dasar, dokumen direksi, dewan komisaris dan DPS, dokumen pemegang saham atau anggota, surat rekomendasi DPS dari DSN MUI hingga struktur organisasi dan kepengurusan.

Selain itu, bukti pelunasan modal disetor atau simpanan pokok, simpanan wajib dan hibah, bukti kesiapan operasional, laporan keuangan tahunan 2 tahun terakhir, laporan posisi keuangan penutupan dan pembukaan hingga laporan kinerja pembiayaan 2 tahun terakhir juga disyaratkan.

Baca: Lamaran Baim Wong dan Paula Verhoeven, Loh Baim Tak Mau Lepas Jabatan Presiden Jomblo

Dengan skema pembiayaannya tanpa agunan berplafon maksimal Rp 3 juta dan margin bagi hasil setara bunga 3 persen per tahun, pembiayaan dari Bank Wakaf bisa diberikan kepada kelompok atau tanggung renteng.

"Bank Wakaf Mikro tujuannya utamanya menyediakan akses keuangan bagi masyarakat yang susah mengakses keuangan formal khususnya untuk sekitar lingkungan pesantren. Selain itu ditujukan untuk mendukung perkembangan industri keuangan syariah," jelas Andika.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved