Rentenir Berkedok Koperasi

Tindakan Pidana Bisa Dikenakan Bila Pelaku Rentenir Melakukan Ini

Terkait tindakan hukum kepada para pelaku rentenir, Kasatreskrim Polresta Banjarmasin, AKP Ade Paparihi, menjelaskan

Tindakan Pidana Bisa Dikenakan Bila Pelaku Rentenir Melakukan Ini
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terkait tindakan hukum kepada para pelaku rentenir, Kasatreskrim Polresta Banjarmasin, AKP Ade Paparihi, menjelaskan tindakan hukum pidana tidak bisa dikenakan selama kedua belah pihak sebelumnya ada kesepakatan.

Lain hal jika di kemudian hari, pihak koperasi melakukan mark-up bunga tanpa sepengetahuan nasabah atau di luar kesepakatan awal.

Sehingga menimbulkan kerugian, hal inilah bisa dikenakan pidana.

Baca: Ojol Mahasiswi Ini Trauma Lewat Kuburan Malkon Temon, Ditemui Sosok Berjubah Putih

"Selain itu, koperasi yang menerapkan bunga melebihi bunga bank, tidak boleh. Untuk memasukkan pidana, tentu harus mempelajari dan melihat terlebih dulu aturannya," jelas Ade.

Sementara Sumarno HS, Ketua Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia) Cabang Banjarmasin, menolak bila badan usaha memberikan bunga melebihi bank mengatasnamakan sebagai koperasi.

"Jelas bukan anggota, dan belum tentu usahanya berbadan hukum serta lainnya," cetusnya.

Baca: Iis Dahlia Usir Peserta KDI, Pihak KDI Buka Suara, Komentar Juri Bertujuan Baik

Diakuinya, terkait masalah bunga, pihaknya tidak menampik itu diserahkan kepada masing-masing koperasi.

Namun berapa besar keputusan bunga, itu harus ditentukan melalui rapat anggota.

"Jadi jumlahnya (bunga) pun pasti tahu. Kalau terlalu tinggi, ya, jelas hanya mengatasnamakan koperasi saja," pungkasnya.

Dijelaskan Sumarno, dalam suatu badan koperasi, ada aturan mainnya.

Baca: Yessy Gusman Bernostalgia dengan Film-film Lawasnya, di Antaranya Film Bernuansa Mistis ini

Di antaranya anggota harus bayar simpanan pokok, harus membayar simpanan wajib setiap bulan rutin.

" Itu namanya koperasi betul. Tapi kalau yang mengatasnamakan koperasi, saya tidak bisa memberi komentar. Saya juga tidak mau bila disebut rentenir berkedok koperasi dan rentenir mengaku koperasi," pungkasnya.

Selama ini, Sumarno berujar, pihaknya hanya melayani dan memfasilitasi koperasi yang benar.

Ada sekitar 350 koperasi di bawah binaan Dekopin Cabang Banjarmasin.

"Kalau koperasi abal-abal, itu bukan kewenangan kami," pungkasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved