OTT KPK di Lapas Sukamiskin

Wakil Ketua KPK Sebut Bikin Kesal, Begini Polah Kalapas Sukamiskin Saat Diinterogasi

Selain Fahmi Darmawansyah, Kalapas Sukamiskin Wahid Husen seolah jadi tokoh sentral dalam rangkaian dugaaan kasus suap yang diungkap KPK.

Wakil Ketua KPK Sebut Bikin Kesal, Begini Polah Kalapas Sukamiskin Saat Diinterogasi
tribunjabar
Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Wahid Husen dikabarkan terkena OTT KPK, Sabtu, 21 Juli 2108 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Selain Fahmi Darmawansyah, Kalapas Sukamiskin Wahid Husen seolah jadi tokoh sentral dalam rangkaian dugaaan kasus suap yang dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Diketahui, Wahid Husen terhitung baru menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin. Ia mengemban jabatan itu sejak Maret 2018.

"Yang bikin kesal, Kalapas baru menjabat Maret 2018. Lima bulan, sudah dua mobil dia dapat. Kita juga tidak mau curiga, tapi akan kita kembangkan," ujar Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7/2018).

Baca: Mengenakan Kerudung Putih, Inneke Menangis Saat Berlalu dari Gedung KPK

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengungkapkan, selama menjalani proses interogasi oleh penyidik KPK, Wahid seperti merasa tidak bersalah. Bahkan, terlihat ketawa cengengesan.

"Terlihat biasa saja. Jadi aneh kalau tidak dijalankan pendatang (pejabat baru). Malah beberapa kali ditanya ketawa," ucap Saut.

"Yang mungkin menarik menjalani wawancara santai, kok kayak santai, kayak innocent," katanya.

Baca: PT Taspen Incar Lulusan SMA, D3 Hingga S2, Ini Lowongan yang Disediakan dan Syaratnya

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat tersangka, yakni Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen; narapidana kasus korupsi proyek Bakamla yang juga suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah; PNS Lapas Sukamiskin, Hendri Saputra; serta narapidana tahanan kasus pidana umum yang juga orang kepercayaan Fahmi, Andri Rahmat.

Wahid diduga menerima suap berupa uang dan dua mobil dalam jabatannya sebagai Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018.

Diduga berkaitan dengan pemberian fasilitas, izin luar biasa, yang‎ seharusnya tidak diberikan kepada diberikan kepada napi tertentu.

Baca: Dibuka Pendaftaran CPNS 2018, Lulusan SMA & D3 Serta S1, Terbanyak Dicari Guru dan Tenaga Kesehatan

Fahmi Darmawansyah sendiri diduga memberikan suap kepada Wahid untuk mendapatkan fasilitas khusus di dalam sel atau kamar tahanannya.

Fahmi juga diberikan kekhususan untuk dapat mudah keluar-masuk Lapas Sukamiskin. Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarief menerangkan, penerimaan tersebut diduga diperantarai oleh orang terdekat Wahid dan Fahmi.

"Peneriman-penerimaan tersebut diduga dibantu dan diperantarai oleh orang-orang dekat keduanya yaitu AR (Andri Rahmat) dan HND (Hendy Saputra)," ujar Laode.

Baca: Live TVRI! Live Streaming Sevilla vs Benfica ICC 2018 via Live Streaming TVRI Mulai Pukul 23.00 WIB

Sebagai pihak penerima suap, Wahid dan Hendry disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan sebagai pihak pemberi suap, Fahmi dan Andri disangkakan melanggar Pasal 5 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Saut Situmorang Ungkap Kalapas Sukamiskin Tidak Serius saat Diinterogasi, Bahkan Sesekali Tertawa

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved