OTT KPK di Lapas Sukamiskin

Sel Terkunci, Tapi Dua Napi Korupsi Ini Malah Tak Berada dalam Sel Saat Digeladah KPK

Permainan dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, terungkap ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Sel Terkunci, Tapi Dua Napi Korupsi Ini Malah Tak Berada dalam Sel Saat Digeladah KPK
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Permainan dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, terungkap ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan.

Dua narapidana kasus korupsi, Fuad Amin dan Chaeri Waradana alias Wawan, tidak berada dalam selnya.

Sel yang dihuni Fuad Amin (mantan Bupati Bangkalan) dan Wawan (adik kandung mantan Gubernur Banten Ratu Atut) tidak bisa dibuka penyidik KPK karena kuncinya dibawa penghuninya keluar lapas.

Tak pelak dua sel tersebut disegel KPK dari luar.

Baca: Inneke Koesherawati Bayar 500 Juta Demi Kamar Mewah Untuk Sang Suami, Ini Kata KPK

"Tim dan sipir tidak bisa membuka karena diduga kunci sel dibawa yang bersangkutan,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Sabtu (21/7).

Selain itu, kata Febri, tim KPK juga kesulitan membuka sebuah sel karena dikunci dari dalam.

"Ada ruangan di lapas (sel) yang disegel karena penghuninya sedang tidak berada di tempat," kata Febri, terkait penyegelan sel yang dihuni Fuad Amin dan Chaeri Wardana.

Baca: Viral di Media Sosial, Pelajar di India Tewas Setelah Didorong Pelatihnya dari Lantai 2 Gedung

Penyegelan itu terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen bersama sejumlah orang.

Total enam orang yang diamankan terkait OTT tersebut, termasuk artis Inneke Koesherawati, istri napi korupsi Fahmi Darmawansyah.

Setelah menjalani pemeriksaan, KPK menetapkan Wahid Husen menjadi tersangka kasus suap fasilitas napi korupsi di Lapas Sukamiskin.

Baca: Melihat Langsung Kondisi Anak Denada, Dada Sarwendah Tan Sesak

Selain Kalapas Sukamiskin, suami artis Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah dan tiga orang lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan empat orang tersangka yaitu diduga sebagai penerima Wahid Husein, Hendry Saputra (staf Wahid Husein), diduga sebagai pemberi Fahmi Darmawansyah (napi koruspi) dan Andi Rahmat (napi kasus pidana umum/tahanan pendamping Fahmi Darmawansyah," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, dalam jumpa pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7).

Kalapas Sukamiskin dan stafnya diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B UU Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi.

Sedangkan Fahmi, suami Inneke dan Andi Rahmat disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved