OTT KPK di Lapas Sukamiskin

Kamar Sel Berfasilitas Mewah di LP Sukamiskin Mulai dari Rp200an Juta, Semakin Mewah Semakin Mahal

Meski demikian dia sudah mendapat dua mobil dari hasil suap para narpidana korupsi.

Kamar Sel Berfasilitas Mewah di LP Sukamiskin Mulai dari Rp200an Juta, Semakin Mewah Semakin Mahal
BPost Cetak
bpost cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen, baru empat bulan menjabat.

Meski demikian dia sudah mendapat dua mobil dari hasil suap para narpidana korupsi.

"Yang bikin kesal, Kalapas baru menjabat Maret 2018, sudah dua mobil dia dapat. Kami juga tidak mau curiga, tapi akan kami kembangkan," ujar Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (21/7).

Baca: Viral di Media Sosial, Pelajar di India Tewas Setelah Didorong Pelatihnya dari Lantai 2 Gedung

Laode menerangkan penerimaan tersebut diduga diperantarai oleh orang terdekat Wahid dan Fahmi.

"Peneriman-penerimaan tersebut diduga dibantu dan diperantarai oleh orang-orang dekat keduanya yaitu Andri Rahmat dan Hendi Saputra," ujar Laode.

Baca: Inneke Koesherawati Bayar 500 Juta Demi Kamar Mewah Untuk Sang Suami, Ini Kata KPK

Berdasar pemeriksaan awal, KPK mendapat informasi tarif kamar sel berfasilitas mewah di Lapas Sukamiskin Rp 200 juta hingga Rp 500 juta.

"(Tarif) itu sedang kami teliti, berapa seseorang membayar. Informasi awal ada rentang yaitu sekitar Rp 200 juta hingga Rp 500 juta per kamar," ujar Laode.

Berdasarkan hasil penyidikan KPK, kamar-kamar yang berada di Lapas Sukamiskin memiliki fasilitas berbeda.

Baca: Ini Alasan Keluarga Paula Verhoeven Menerima Lamaran Baim Wong, Meski Punya Banyak Mantan

Setiap narapidana dapat menambah fasilitas di dalam kamarnya dengan memberikan sejumlah uang sesuai tarif tertentu.

Fasilitas-fasilitas yang bisa ditambahkan itu antara lain pendingin ruangan (AC), dispenser, televisi, kulkas, telepon seluler, hingga mendapatkan jam besuk lebih lama dibandingkan narapidana lain.

"Misalnya dia mau ditambah fasilitas harus dibayar," ujarnya.

Terkait fasilitas di Lapas Sukamiskin ada seseorang yang menghubungkan narapidana dengan Kalapas.

"Mau nambah fasilitas, ada biaya tambahan lagi. Ada seseorang yang bisa menjadi penghubung, statusnya terpidana kasus biasa," tuturnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved