OTT KPK di Lapas Sukamiskin

Pengusaha Sukses Berakhir di Lapas Sukamiskin, 'Pangeran Banten' Ini Punya 300 Perusahaan Bodong

DUA narapidana kasus korupsi, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin

Pengusaha Sukses Berakhir di Lapas Sukamiskin, 'Pangeran Banten' Ini Punya 300 Perusahaan Bodong
BPost Cetak
bpost cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - DUA narapidana kasus korupsi, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin, kedapatan tidak berada di dalam selnya saat tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/7).

KPK menduga kedua orang napi korupsi tersebut keluar selnya dengan membawa kuncinya.

Tubagus Chaeri Wardana atau lebih dikenal Wawan (49) merupakan seorang pengusaha ternama di Banten.

Baca: Alasan Berobat, Napi Ini Paling Sering Keluar Lapas Sukamiskin, Tapi Kok Mampir di Rumah Mewah?

Wawan juga merupakan suami dari Wali Kota Tangerang Selatan dua periode, Airin Rachmi Diany (41) sekaligus adik mantan Gubernur Banten dua periode, Ratu Atut Chosiyah (56).

Wawan menjadi terpidana atas beberapa kasus tindak pidana korupsi sehingga menjalani hukuman delapan tahun penjara di lapas khusus narapidana kasus korupsi Lapas Sukamiskin.

Baca: Inneke Koesherawati Bayar 500 Juta Demi Kamar Mewah Untuk Sang Suami, Ini Kata KPK

Suami Wali Kota Airin Rachmi Diany itu juga masih berstatus tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait beberapa tindak pidana korupsi yang ditangani oleh KPK.

Rentetan kasus korupsi yang menjerat ‘pangeran’ Banten ini dimulai saat dia terjaring OTT tim KPK pada 3 Oktober 2013.

Saat itu, dia ditangkap di rumahnya di Jakarta karena dugaan bagian suap terhadap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar terkait sengketa Pilkada Lebak.

Baca: Viral di Media Sosial, Pelajar di India Tewas Setelah Didorong Pelatihnya dari Lantai 2 Gedung

Pada Juni 2014, Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Wawan dengan pidana penjara selama tujuh tahun penjara karena terbukti bersama kakaknya, Ratut Atut Chosiyah melakukan suap Akil Mochtar terkait sengketa Pilkada Lebak.

Pada Oktober 2014, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak banding yang diajukan oleh Wawan atas vonis tersebut.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved