Pilpres 2019

Rizieq: 'Berkaca Pilkada DKI, Keikhlasan Mampu Kalahkan Petahana Yang Ditopang Negara & Naga'

Imam Besar FPI itu mengajak untuk mengambil pelajaran dari Pilkada DKI 2017, bagaimana keikhlasan niat

Rizieq: 'Berkaca Pilkada DKI, Keikhlasan Mampu Kalahkan Petahana Yang Ditopang Negara & Naga'
tribunnews.com
Rizieq Shihab di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum, Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab serukan untuk jangan pernah takut kekurangan elektabilitas, logistik, dan pos pemenangan melawan tirani di istana.

Imam Besar FPI itu mengajak untuk mengambil pelajaran dari Pilkada DKI 2017, bagaimana keikhlasan niat dan kebulatan tekad mampu mengalahkan calon petahana yang ditopang perangkat negara.

Di backup dengan segala instansi yang didanai para konglomerat naga, dibesarkan oleh media dan lembaga survei.

Baca: Setelah Super Blood Moon 28 Juli 2018, Ini Jadwal Gerhana Bulan dalam 5 Tahun ke Depan

Hal itu disampaikan Rizieq Shihab dalam forum Ijtima Ulama GNPF lewat sambungan telepon dari kota suci Mekkah.

Baca: Puncak Gerhana Bulan Total Super Blood Moon di Banjarmasin, Bulan Purnama Berwarna Berdarah

Rizieq mengatakan tak perlu khawatir soal masalah-masalah tersebut karena akan digenjot habis dengan gagasan bersama para ulama dan ummat.

"Jangan pernah khawatir soal elektabilitas, logistik serta pos pemenangan, soal elektabilitas akan kita genjot habis gagasan bersama ulama dan umat, soal logistik akan kita galang habis-habisan bersama ulama dan umat, soal pos pemenangan maka setiap rumah umat di seluruh pelosok tanah air akan menjadi posko posko pemenangan," kata Rizieq dalam sambungan telepon.

Rizieq juga mengajak seluruh partai koalisi menyepakati nama capres dan cawapres untuk pilpres 2019 yang dihasilkan lewat Ijtima ini, serta membuat kontrak politik dengan ulama demi kemaslahatan bangsa dan negara.

"Semoga dari Ijtima ulama ini akan lahir koalisi teguh dan tangguh, koalisi tegak dan sabar, koalisi kuat dan penuh tekad yang siap robohkan tembok keangkuhan menumbangkan tirani kezaliman," imbuhnnya.

Koalisi yang terbentuk diluar pemerintahan ini disebut Rizieq memperoleh gelombang dukungan yang sebelumnya merupakan silent majority yang termarjinalkan.

"Mudah-mudahan akan menjadi modal logistik yang maha dahsyat, kaolisi yang dukung oleh habaib dan para ulama," jelasnya.

Rizieq berharap calon presiden dan wakil presiden 2019 nantinya dapat mewakili kaum nasionalis dan agamis, juga kaum santri.

"Itu harapan saya, capres dan cawapres 2019 mewakili nasionalis dan agamis, mewakili kaum kekuasaan dan santri, agar saling melengkapi dan saling menyempurnakan," kata Rizieq.

Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved