Berita Regional

Korban Tewas Gunung Rinjani, M Ainul Penuhi Salah Satu Cita-Citanya

Sebelum memutuskan untuk menikah, M Ainul Taqzim (25) memilih mendaki tiga gunung tertinggi di Indonesia, salah satunya Gunung Rinjani.

Editor: Restudia
ist
Amrullah (58), ayah korban tewas di Gunung Rinjani saat memperlihatkan foto Ainul saat ditemui di rumahnya di Perumahan Bumi Sudiang, Pajjaiyang, Biringkanayya, Makassar, Sulsel, Senin (30/7/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAKASSAR - Sebelum memutuskan untuk menikah, M Ainul Taqzim (25) memilih mendaki tiga gunung tertinggi di Indonesia, salah satunya Gunung Rinjani.

Cita-cita korban tewas di Gunung Rinjani ketika gempa Lombok itu disampakan ayahnya, Amrullah (58) saat ditemui di rumahnya di Perumahan Bumi Sudiang, Pajjaiyang, Biringkanaya, Makassar, Sulsel, Senin (30/7/2018).

Dengan mata berkaca-kaca, Amrullah mengungkapkan cita-cita yang diimpikan Ainul sebelum memutuskan masa lajangnya. Cita-cita itu ialah mendaki tiga gunung tertinggi.

"Sebenarnya saya mau kasih menikah dulu, dia (Ainul) bilang jangan karena masih ada cita-citanya belum terpenuhi, itu naik tiga gunung," ungkap Amrullah.

Baca: Postingan Terakhir Pendaki Gunung Rinjani Asal Malaysia yang Tewas, Buat Menteri Olahraga Berduka

Tiga gunung tertinggi itu ialah, gunung Rinjani, Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Namun, Ainul tewas di Rinjani Provinsi NTB, Minggu (29/7/2018).

Ainul, alumni Akper Yayasan Pendidikan Makassar (Amik) ini meninggal dunia di jembatan Pelawangan, Kilometer 10 saat gempa di Kota Lombik, Provinsi NTB.

Lanjut Amrullah, anak keempatnya itu bukanlah seorang Pecinta Alam. Namun hobinya sejak kuliah, Ainul telah mendaki hampir semua gunung tertinggi Sulsel.

"Hobinya memang mendaki gunung, kalau bukan di gunung sering anakku ke laut dengan teman-temannya, tidak ada memang pacaranya," jelas Amrullah.

Baca: 5 Video Kepanikan Pendaki Gunung Rinjani Saat Gempa Lombok

Bagi Amrullah, Ainul adalah sosok anak yang berpetualang, tidak memusingkan pacaran bahkan mengenalkan wanita idamannya ke keluarga dan orangtua.

Keseharian Ainul setelah lulus kuliah sebagai seorang kontraktor, pekerjaan tersebut disediakan ayahnya Amrullah, namun Ainul tidak bertahan lama disitu.

Ainul bersama tujuh rekannya berangkat dari Kota Makassar pada Rabu, 25 Juli lalu. Sampai di Lombok, dia dijemput lima rekannya yang lebih dulu tiba. Amrullah (58) dan keluarga terima kabar Ainul dari temannya di Makassar.

Baca: Kepala Nenek Lahbaniah Ditemukan, Polres HSU: Sudah Ketemu Pas Adzan Dzuhur

"Ada temannya kemarin sebelum salat duhur ada temannya datang dirumah, dia sudah tahu tapi dia sampaikan saja agar kita berdoa," kata Amrullah dikediaman.

Lanjut Amrullah, teman Ainul yang ke rumah mengaku Ainul terjebak diatas gunung Rinjani saat terjadi gempa di NTB, jadi keluarga diminta berdoa.

Dari situ Amrullah merasa belum bisa tenang, dan saat masuk salat asar. Saat dia salat, Amrullah mengaku, seperti dia melihat ada wajah Ainul pada sajadah.

"Saya salat, saya melihat ada bayangan anak saya diatas sajadah. Saya pulang anak saya yang satu menangis, katanya sudah tidak ada kakanya," jelas Amrullah.

Saat ini kakak Ainul, Indah Musdalifah (30) sementara dalam perjalanan ke gunung Rinjani untuk menjemput jenazah Ainul untuk dibawa kembali ke Makassar.

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved