Kontroversi Perdir BPJS Kesehatan

Kurang Sosialisasi, Perdir BPJS Menuai Kontroversi

Sejak beberapa hari lalu, di media sosial --terutama Twitter-- para netizen mempertanyakan kebenaran informasi

Kurang Sosialisasi, Perdir BPJS Menuai Kontroversi
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak beberapa hari lalu, di media sosial --terutama Twitter-- para netizen mempertanyakan kebenaran informasi yang menyebut penghapusan tiga layanan kesehatan.

Per 25 Juli 2018, BPJS Kesehatan menerapkan implementasi (1) Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan No 2/2018 tentang Penjaminan Pelayanan Katarak dalam Program Jaminan Kesehatan, (2) Peraturan Direktur No 3/2018 tentang Penjaminan Pelayanan Persalinan Dengan Bayi Lahir Sehat, dan (3) Peraturan Direktur No 5/2018 tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik.

Baca: Mantan Suami Denada Jerry Aurum Ungkap Kebiasaan Putri Kecilnya Berpegangan Tangan dan Berpelukan

Implementasi 3 aturan ini tidak dimaksudkan membatasi atau mencabut pelayanan kesehatan yang diberikan, namun penjaminan pelayanan disesuaikan kemampuan keuangan BPJS Kesehatan.

Berangkat dari alasan peningkatan mutu layanan dan efektivitas pembiayaan, hanya saja peraturan tersebut menuai kontroversi.

Baca: Setelah Pokemon Go,Kini Demam Mobile Legends Bang Bang Hipnotis Pencinta Game Tanah Air

Pasalnya, meski dalam Peraturan Direktur Nom 2, 3 dan 5/2018, menyebut pemerintah masih menjamin pelayanan katarak, persalinan bayi sehat dan rehabilitasi medik, kenyataannya peraturan itu dianggap mengurangi hak peserta JKN-KIS dalam mendapatkan pelayanan kesehatan katarak, persalinan bayi sehat dan rehabilitasi medik.

Tidak hanya itu, kurangnya sosialiasi kepada masyarakat, membuat Perdir Jaminan Pelayanan Kesehatan No 2, 3 dan 5/2018 bermakna bias.

Baca: Ustadz Abdul Somad Hadir di Banjarbaru, Catat Ini Tanggal Kedatangannya

Masyarakat sempat mengira tiga layanan kesehatan yang meliputi katarak, persalinan bayi sehat, dan rehabilitasi medik, dicabut atau tidak ditanggung program JKN-KIS.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved