Gempa Lombok

Gempa Susulan Semakin Melemah, Masyarakat Tetap Diimbau Tidak Mendekat di Sekitar ini

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan dini tsunami akibat gempa yang terjadi di Lombok

Gempa Susulan Semakin Melemah, Masyarakat Tetap Diimbau Tidak Mendekat di Sekitar ini
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, MATARAM - BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan dini tsunami akibat gempa yang terjadi di Lombok, Minggu (5/8), sebesar 7 SR.

Pencabutan peringatan tersebut diumumkan BMKG melalui akun media sosial Twitter BMKG.

"Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa 7.0, tanggal: 05-Aug-18 18:46:35 WIB, dinyatakan telah berakhir," demikian keterangan BMKG melalui akun Twitternya.

Baca: Masih Berharap Jadi Capres Cawapres di Pilpres 2019, Gatot Nurmantyo Terus Lakukan Ini

Dwikorita Karnawati, mengatakan, kondisi di Lombok dan Bali telah stabil.

Gempa susulan masih terjadi namun semakin melemah.

BMKG sebelumnya sempat memberikan peringatan dini tsunami.

Dwikora mengatakan tsunami telah datang, namun pada level terendah.

Baca: Doa Saat Gempa Bumi Terjadi, Gempa Lombok NTB Terasa Sampai Bali, Jatim Bahkan Sulawesi

"Diperkirakan tsunami telah datang pada pukul 18.48 WIB setinggi 13 sentimeter dan 10 sentimeter," ungkapnya.

Dia menyebut, tsunami telah terjadi di sejumlah wilayah, dengan ketinggian 10-13 centimeter.

Dia pun mengimbau warga agar tidak perlu khawatir.

"Seperti yang kami perhitungkan, kami kira tsunami terjadi antara 0-50 sentimeter, jadi levelnya waspada. Level ini yang paling rendah," kata Dwikorita.

Baca: Pengakuan yang Berubah Drastis Roro Fitria Setelah di Penjara Soal Berlian, Mobil dan Rumah Mewah

"Tadi terjadi 13,5 sentimeter. Jadi enggak perlu dikhawatirkan [lagi]," lanjutnya.

Dwi mengingatkan gempa susulan masih terjadi, sehingga warga harus waspada terhadap gempa susulan walaupun semakin melemah.

"Saya minta masyarakat jangan ada di dekat bangunan yang retak,"

Dwikorita menambahkan BMKG akan memberikan informasi lebih detail kepada masyarakat.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved