Gempa Lombok

Gempa Susulan Masih Terjadi, Turis dan Warga Berebut Naik Kapal Evakuasi

Ribuan turis domestik dan mancanegara yang berada di Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno saling berebutan menaiki kapal

Gempa Susulan Masih Terjadi, Turis dan Warga Berebut Naik Kapal Evakuasi
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, MATARAM - Ribuan turis domestik dan mancanegara yang berada di Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno saling berebutan menaiki kapal saat evakuasi, Senin (6/8).

Mereka dievakuasi menggunakan boat dari Ekajaya, Marina Srikandi, Basarnas, Kepolisian, dan boat milik warga asing yang inisiatif membantu.

“Para turis sudah menunggu dari pagi, evakuasi baru mulai dilakukan pada pukul 10.00 Wita. Karena terlalu banyaknya orang di sana, jadi saling rebutan. Kacau sekali lah,” kata Nyoman Febriadi, seorang wisatawan yang ikut evakuasi dari Gili Trawangan ke Pelabuhan Bangsal, Lombok.

Baca: Penerimaan CPNS 2018 Siap Digelar BKN, Siapkan Dokumen dan Pelajari Cara Pendaftaran CPNS

Menurut Febriadi, turis domestik dan mancanegara serta warga setempat masih panik, pascagempa di Lombok bermagnitudo 7 pada Minggu (5/8) malam lalu.

“Gempa susulan masih terjadi. Karena ada (gempa) susulan itu yang buat kami saling rebutan naik ke boat. Saya bisa naik kapal sekitar pukul 13.00 Wita. Itu yang terangkut baru setengahnya, sisanya yang belum menyebrang masih banyak,” ujar Febriadi.

Baca: Aktor Ini Bongkar Rahasia Hotman Paris Hutapea dan Ungkap Lawan Beratnya di Dunia Hukum

Dari ribuan orang yang dievakuasi itu, satu di antaranya ada orang Banjarmasin, Kalsel, yang kini tinggal di Gili Trawangan Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara, NTB, yakni Zainal.

Zainal bersama istri dan dua anaknya, Shopa dan Salsabila, dievakuasi pakai kapal pesiar sekitar pukul 10.30 Wita.

Mereka dibawa menuju Kota Praya Kecamatan Lombok Utara.

Baca: Penyebab Denny Sumargo Dicintai Dita Soedarjo, Pengusaha Tajir dan Cantik, Bukan Tampan Semata!

"Di sini (Kota Praya) ternyata tidak terkena dampak gempa. Sementara waktu, menunggu situasi aman, kami tinggal di sebuah permukiman warga dulu," ujar Zainal, saat dihubungi via telepon genggam.

Zainal mengatakan, gempa susulan masih dirasakannya hingga Senin, sekitar pukul 10.00 Wita.

“Ya mau enggak mau, demi menyelamatkan diri, rumah dan harta benda di Gili Trawangan ditinggalkan dulu," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved