Berita Banjarmasin

BBPOM Banjarmasin Pasang Display 30 Merk Jamu Berbahaya, Ada Cap Beruang 7 Urat Madu

Dari merk Cap Beruang, Urat Madu Black, Antana, Asam Urat Flu Tulang dan berbagai macam merk lainnya

BBPOM Banjarmasin Pasang Display 30 Merk Jamu Berbahaya, Ada Cap Beruang 7 Urat Madu
banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Sedikitnya sebanyak 30 macam jenis jamu ditampilkan di depan halaman Masjid Sabilal Muhtadin atau Jalan Lambung Mangkurat, Minggu (12/8/2018) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sedikitnya sebanyak 30 macam jenis jamu ditampilkan di depan halaman Masjid Sabilal Muhtadin atau Jalan Lambung Mangkurat Kecamatan Banjarmasin Tengah Kalsel, Minggu (12/8/2018) pagi.

Dari merk Cap Beruang, Urat Madu Black, Antana, Asam Urat Flu Tulang dan berbagai macam merk lainnya pun dipajang dalam sebuah papan berkantung plastik transparan.

Namun jamu-jamu tersebut bukanlah untuk dijual, melainkan hanya sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar tidak mengonsumsinya.

Baca: Tragis Nasib Rossi di MotoGP Austria 2018: Tak Lolos Kualifikasi 1 dan Start ke-14

Pasalnya, menurut Kepala Balai Besar POM di Banjarmasin, H Muhammad Guntur, dari 30 sampel merk jamu yang dipajang tersebut mengandung bahan kimia obat (BKO).

"Pada dasarnya bahan utama jamu terbuat dari herbal atau alami. Sedangkan dari jamu-jamu ini mengandung bahan kimia obat yang tentu berbahaya karena tidak melewati dan mengantongi izin dari BPOM," jelasnya.

Baca: Hasil Kualifikasi MotoGP Austria 2018 : Marquez Pole Position, Rossi Hanya Start ke-14

Selain 30 jenis merk jamu yang ramai dijual di pasar, BPOM Banjarmasin juga menampilkan bahan berbahaya yang disalahgunakan untuk pangan.

Diantaranya Sirup mengandung pewarna Rhodamin B, Metanil Yellow, dan Boraks, sedangkan bahan berbahan ini masih ramai digunakan masyarakat.

"Nah, kami berharap dengan sosialisasi ini bisa sekaligus menyadarkan masyarakat agar berhati-hati dalam mengonsumsi jamu. Jamu yang aman, tentunya dia akan tercantum izin BPOM, bukan Dinkes. Karena dinkes biasanya untuk pangan yang industri rumahan," jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved