Isu Uang Mahar Rp 500 Miliar

Cerita Andi Arief Sebelum Cuitan Mahar Rp 500 Miliar, Terungkap Rencana Andi Sebelum Pilpres 2019

Cerita Andi Arief Sebelum Bikin Cuitan Mahar Rp 500 Miliar, Terungkap Rencana Cegah Politik Uang

Cerita Andi Arief Sebelum Cuitan Mahar Rp 500 Miliar, Terungkap Rencana Andi Sebelum Pilpres 2019
capture kompas.com
Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief bikin heboh jelang penetapan capres-cawapres untuk pilpres 2019 akhir pekan tadi.

Cuitannya yang menyebut ada mahar politik dari Sandiaga Uno kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) bikin kaget banyak orang.

Adi Arief berbagi cerita sebelum dia mecuit di Twitter tentang dugaan adanya mahar politik itu.

Baca: Pengakuan Mengejutkan Andi Arief Soal Mahar Rp 500 Miliar, Ternyata Ada yang Perintahkan Dia Bicara

Seperti diketahui, Andi saat itu menuding ada tawaran Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS untuk posisi cawapres Prabowo Subianto yang kini didapat Sandi.

Andi menyatakan bahwa pernyataannya itu benar adanya. Dia mengaku sudah mendapat "restu" dari Partai Demokrat untuk mengungkap kejadian hampir gagalnya koalisi Partai Demokrat dengan Gerindra kala itu.

"Hasil rapat menyarakan, untuk dikemukakan ke publik. Koalisi yang seharusnya ideal dari awal 20 hari berjalan, tapi di dua hari jelang pendaftaran tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka masalahnya dikemukakan saja," ujar Andi saat diwawancarai Kompas TV, Senin (13/8/2018).

Baca: Nissa Sabyan Pernah Dibayar Ucapan Terima Kasih, Kini Tarif Sabyan Gambus Capai Puluhan Juta

Baca: Niat 3 Puasa Sunnah Dzulhijjah, Puasa Arafah dan Tarwiyah Dalam Bahasa Arab dan Latin

Andi lantas ditanya alasannya tak membawa masalah itu ke Badan Pengawas Pemilu.

Menurut dia, cara yang diambilnya adala upaya pencegahan jangan sampai terjadi politik uang.

"Jadi malam itu, kok tiba-tiba ada intercept untuk mengabaikan apa yang sudah terjadi. Saya kira kalau kita sudah susah-susah belajar, lalu ada yang nyontek, Anda juga marah," ucap Andi.

Dia pun yakin atas sikapnya itu, Partai Demokrat tak akan memecatnya.

Baca: Jelang Pilpres 2019, Pangalima Bala Saribu Bangkule Rajang Kalimantan Barat Janjikan ini

Menurut dia, selama ini Partai Demokrat mengajarkan politik yang taat terhadap undang-undang.

Andi Arif pun siap jika persoalan ini akhirnya benar-benar dibawa ke ranah hukum oleh PAN dan PKS.

Dia siap dikonfrontasi dan menghadirkan saksi-saksi yang bisa menjelaskan kondisi yang sebenarnya terjadi.

Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Pramuka ke-57 Cocok Untuk Sosial Media Instagram dan Whatsapp

Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief bikin pengakuan mengejutkan terkait mahar Rp 500 miliar.

Andi Arief mengaku diperintahkan partaianya untuk bicra mengenai dugaan mahar politik masing-masing Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Mahar itu, dikatakan Andi dijanjikan agar PAN dan PKS mau menerima Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden bagi Prabowo Subianto.

Baca: Jadwal Lengkap Pertandingan Sepakbola Asian Games 2018, Laga Timnas U-23 Indonesia Live SCTV

"Saya ingin menyatakan bahwa saya diperintah partai bicara ini," kata Andi dalam acara sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Senin (13/8/2018) malam.

Andi juga memastikan pernyataannya bisa dipertanggungjawabkan.

Bahkan, menurut dia, keputusan Demokrat untuk mengungkap soal dugaan mahar ini diambil dalam rapat resmi partai di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (8/8/2018) malam.

"Hasil rapat menyatakan kita kemukakan saja ke publik problem sebenarnya," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Andi Arief Ungkap Awal Cuitan Politik Uang yang Bikin Berang PKS dan PAN

Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved