Berita Tanah Laut

Lamsi Peragakan Pembunuhan Sadis Warga Bangkal di Desa Buntok

Kasus pembunuhan sadis yang dialami Mahmud (14), warga Bangkal direka ulang di halaman Mapolres Tanahlaut

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id /mukhtar wahid
M Lamsi (19) memperagakan pembunuhan sadis yang dilakukannya terhadap Mahmud (14), warga Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kasus pembunuhan sadis yang dialami Mahmud (14), warga Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru direka ulang di halaman Mapolres Tanahlaut, Rabu (15/8/2018).

Muhammad Lamsi (19) pelaku pembunuh sadis yang menjalani reka ulang bersama penyidik Polsek Batibati dibantu Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tanahlaut.

Sekitar 16 adegan yang diperagakan warga Desa Bentok Kampung, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut sejak menjemput korban di Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka.

Kapolsek Batibati, Iptu Matnor menjelaskan reka ulang dilaksanakan untuk mengetahui peran tersangka dalam kasus dugaan pencurian dan pembunuhan yang terjadi Juni 2013 lalu.

Baca: 20 Ucapan (Kata-kata) Selamat HUT Kemerdekaan RI (Hari Kemerdekaan Indonesia), 17 Agustus 2018

Baca: Mulai Uang Rp 50 Juta Hingga Emas, Pemulung di TPA Basirih Sering Temukan Benda Berharga

Menurutnya, pelaku melakukan pembunuhan bersama saudaranya, RA yang masih menjalani kasus kekerasan dalam rumah tangga di LP Bontok, Kalimantan Tengah.

"Pelaku itu tiga bersaudara dan semuanya melakukan pembunuhan dan mengambil harta benda korban. Kakaknya, Nunuy sudah menjalani hukuman penjara seumur hidup LP Nusakambangan," katanya.

Kepala Seksi Pidana Umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Adhya Satya Lambang Bangsawan membenarkan kepentingan adegan reka ulang itu untuk melihat posisi pelaku dalam kasus pencurian disertai pembunuhan.

Baca: HUT RI ke-73, Panjat Pinang di Indonesia, Begini Perayaan Kemerdekaan di Negara Lain

"Tujuan reka ulang itu untuk mengetahui peranan tersangka agar jelas, sesuai keterangan tersangka dan para saksi," katanya.

Muhammad Lamsi alias Anci alias Antoni (19) mengaku l tak berani mencegah perbuatan kakaknya, Rosihan Anwar yang membunuh sahabatnya, Muhammad Amruzi (14) alias Mahmud, lima tahun lalu atau 17 Juni 2013 lalu.

Lamsi mengaku tidak mengetahui niat jahat kakaknya. Sebab sebelum membunuh sahabatnya. Kakaknya, Rosihan Anwar minta jemput di depan PT CBSA di Desa Bentok Kampung, untuk bocengan bertiga melihat pasar malam di Desa Nusaindah, Kecamatan Batibati.

Niat awalnya, Lamsi mengajak korban Mahmud yang diboncengan hanya ingin melihat pasar tungging di Simpangtiga Desa Nusaindah, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut.

Baca: Live Streaming RCTI - Link Live Streaming Real Madrid vs Atletico Madrid Piala Super Cup 2018

Lamsi mengaku beli dua liter bensin dan membantu kakaknya memasukan korban kedalam sumur tua kering di sekitar semak belukar di depan PT CBSA kemudian dengan korek api miliknya, kakaknya membakar korban di dalam sumur.

Setelah aksi pembunuhan itu, sepeda motor korban dibawa kakaknya dan handphone korban dijual Lamsi. Beberapa kali ditawarkan tidak laku akhirnya dipakai sendiri.

Lamsi dan saudaranya kabur ke Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sebagai buruh bangunan dan di perkebunan kelapa sawit di Palangkaraya.

Selama di Palangkaraya, Lamsi membunuh pemilik Salon bersama Rian. Lamsi berdalih membunuh karena menolak disodomi Rian pada Oktober 2016 lalu hingga 2018 ditangkap jajaran Polsek Batibati. (banjarmasinpost.co.id / mukhtar wahid)

Teks Foto : Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid

Kasus pembunuhan sadis yang dialami Mahmud (14), warga Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru direka ulang di halaman Mapolres Tanahlaut, Rabu (15/8/2018).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved