Berita Banjarmasin

Mulai Uang Rp 50 Juta Hingga Emas, Pemulung di TPA Basirih Sering Temukan Benda Berharga

Menjadi seorang pemulung terpaksa harus dijalani oleh Saiful. Dirinya mengais rezeki di antara tumpukan sampah di TPA Basirih.

Penulis: | Editor: Rendy Nicko
banjarmasin post group/ airul syarif
Suasana TPA Basirih Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menjadi seorang pemulung terpaksa harus dijalani oleh Saiful. Dirinya mengais rezeki di antara tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih.

Saiful mengaku sudah lebih dari tujuh tahun menjadi pemulung di TPA Basirih.

Sebagai seorang pemulung, tak jarang dirinya menemukan barang-barang berharga yang terbuang.

Baca: Live Streaming Timnas Indonesia U-23 vs Palestina Live SCTV, Asa ke Puncak Grup A Asian Games 2018

Baca: Cara Unik Jacksen F Tiago Dukung Timnas Indonesia U-23 vs Palestina di Ajang Asian Games 2018

Baca: Prediksi Skor Timnas Indonesia U-23 vs Palestina Nanti Malam Versi Frans Sinatra Huwae

Dirinya mengaku sering mendapat barang-barang berharga.

"Kalau Hp itu setiap hari ada dapat biasanya. Ada yang mati ada juga yang hidup kadang-kadang. Dulu itu juga ada yang pernah dapat emas batangan, teman saya. Emas batangan 99. Dulu dijual 70 juta harganya di jual," tuturnya pada banjarmasinpost.co.id saat ditemui di TPA Basirih, (15/8/2018) siang.

Bahkan Saiful mengatakan temannya ada yang pernah mendapat uang tunai sebanyak 50 juta.

"Kayanya itu hasil dari perampokan pang. Plastiknya aja enam lapis. Sudah lama pang itu dulu," jelasnya.

Baca: Cerita Luhut Saat Jokowi Lebih Pilih Mahfud MD Ketimbang Maruf Amin untuk Cawapres di Pilpres 2019

Baca: Reaksi Hasto Saat Maruf Amin Disebut Mahfud MD Ancam Jokowi Tentukan Cawapres Pilpres 2019

Baca: Mahfud MD Diberitahu Ketum PKB Jelang Munculnya Ancaman ke Jokowi soal Cawapres Pilpres 2019

Selain emas dan uang tunai, barang elektronik lainnya juga sering ikut terbuang di TPA Basirih. "Mesin kendaraan, tv, dvd, macam-macam ae pernah dapat. Setelah itu diperbaiki, atau langsung dijual," ujar Saiful.

Musim-musim kebakaran pun menjadi rezeki tersendiri bagi para pemulung, termasuk Saiful. "Di sini yang rame itu kalo ada sampah dari kebakaran. Biasanya ada emasnya di serpihannya itu. Kalo emas biasanya langsung di jual ke toko, enggak di jual di sini," ungkap Saiful.

Baca: Satu Anggota Paskibraka Tanahlalut Ambruk Usai Dikukuhkan

Baca: Ini Naskah (Teks) Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Asli & Otentik Sambut HUT Kemerdekaan RI

Pengawas TPA Basirih, Rustam mengatakan jumlah pemulung di TPA Basirih mencapai 200 orang.

"Kalau jumlah pemulung di sini itu sekitar 200 orang lah. Itu digabung antara pemulung yang siang dan malam. Karena di sini malam itu rame juga, mereka pakai lampu senter di kepala," ujarnya pada banjarmasinpost.co.id saat ditemui di TPA Basirih, Rabu (15/8) siang.

(banjarmasinpost.co.id/airul syahrif)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved