Breaking News:

Berita Banjarmasin

Batubara Lesu, THM Ikut Mati, yang Bertahan Cuma Ini, Pemko Banjarmasin Pun Turunkan Target PAD

Satu dari tiga diskotek di Banjarmasin dipastikan mati atau tutup beberapa tahun lalu. Hal ini merupakan imbas dari lesunya bisnis batubara

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Elpianur Achmad
Banjarmasinpost.co.id/M Fadli Setia Rahman
Razia yang digelar Petugas Gabungan dari Direktorat Narkoba Polda Kalsel, BNN Provinsi Kalsel dan Satresnarkoba Polresta Banjarmasin kembali berlanjut, Jumat (5/5/2017) 

BANJARMASINPOT.CO.ID, BANJARMASIN – Satu dari tiga diskotek di Banjarmasin dipastikan mati atau tutup beberapa tahun lalu. Hal ini merupakan imbas dari lesunya bisnis batubara di Kalimantan Selatan sejak lima tahun silam berimbas pada tempat hiburan malam di Banjarmasin.

Tengok saja tempat hiburan malam (THM) seperti diskotek yang ada di Banjarmasin, lima tahun lalu THM masih menjadi primadona hiburan di Banjarmasin. Dampaknya? Jelas pendapatan daerah melimpah. Namun, beberapa tahun terakhir, pajak THM yang terdiri dari diskotek, pub, dan karaoke mengalami penurunan.

Contohnya tahun lalu, Pemerintah Kota Banjarmasin menarget PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Banjarmasin dari sektor hiburan THM sebesar Rp 4.650.000.000 namun realisasinya hanya Rp 3.957.991.912 atau setara 85,12 persen.

Jelas ini pengurangan bagi PAD Kota Banjarmasin. Tahun ini, pemko menurunkan target PAD dari sektor THM hanya sebesar Rp 3.750.000.000. Hingga 16 Agustus 2018 PAD dari THM baru Rp 1.960.836.502 atau setara 52,3 persen.

Baca: Jadwal, Prediksi & Link Live Streaming SCTV Timnas U-23 Indonesia vs Laos di Asian Games 2018

Baca: 15 Kutipan (Quotes) Soekarno Cocok Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan (HUT ke 73 RI) 17 Agustus 2018

Plh Badan Keuagan Daerah Kota Banjarmasin, Mahliana, mengatakan tren hiburan sekarang mulai berubah. Jika dahulu diskotek merupakan primadona sekarang hiburan seperti bioskop dan karaoke keluarga justru tumbuh di Banjarmasin.

“Dahulu yang ke THM, bos-bos batubara, sekarang sudah berubah. Batubara sepi ya berimbas juga. Masyarakat sekarang cenderung hiburan ke bioskop dan karaoke,” jelasnya.

Dibeberkannya, satu dari tiga diskotek yang tutup hingga saat ini adalah Dinasty di Hotel Baria Barito. “Dua sisanya, Athena di Hotel Banjarmasin Internasional dan Grand Palace di Mitra Plaza,” ujarnya.

Hal serupa ditimpali oleh Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Khuzaimi. Menurutnya, hanya dua tempat yang pihaknya beri rekomendasi izin.

“Kami cuma memberikan izin. Yang tutup hanya di Aria Barito,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved