HUT Kemerdekaan 2018

Petani ini Rela Naik Motor Demi Hadiri Pengukuhan Anaknya Sebagai Paskibra HUT Kemerdekaan 2018

Pasangan suami istri itu berangkat pukul 05.00 Wita dengan mengendarai sepeda motor. Sepanjang perjalanan ada rasa haru

Petani ini Rela Naik Motor Demi Hadiri Pengukuhan Anaknya Sebagai Paskibra HUT Kemerdekaan 2018
hasby
Petani Desa Ambawang, Kabupaten Tanahlaut, Suroto bersama istri Wahyuni dan anaknya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Petani Desa Ambawang, Kabupaten Tanahlaut, Suroto bersama istri Wahyuni sejak pukul 04.00 Wita bersiap untuk berangkat ke Martapura Kabupaten Banjar, Kamis (16/8). Tujuannya menghadiri pengukuhan anaknya sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di Kabupaten Banjar.

Pasangan suami istri itu berangkat pukul 05.00 Wita dengan mengendarai sepeda motor. Sepanjang perjalanan ada rasa haru dan bangga atas prestasi yang diraih anaknya tersebut.

“Sehari-hari kami ini hanyalah petani di Ambawang, jaraknya sekitar dua jam dari Pelaihari. Tentunya bangga, anak kami, Wahyu Suryati terpilih menjadi Paskibra,” katanya.

Baca: Cantik-cantik Petugas Paskibraka HUT Kemerdekaan 2018, Si Pembawa Baki Bakal Jadi Sorotan

Sehari-hari Wahyu Suryati ikut di rumah neneknya di Landasan Ulin Banjarbaru. Remaja kelahiran 12 Juni 2000 itu bersekolah di SMAN 1 Gambut Kabupaten Banjar.

Diutarakan Suroto, belum ada rencana selepas anaknya lulus dari SMAN 1 Gambut, apakah melanjutkan di perguruan tinggi ataukah ikut sebagai petani. Dikarenakan jika melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi memerluka biaya yang sangat besar.

Baca: Gemar Nonton Sepak Bola di Stadion, Via Vallen Unggah Foto 8 Tahun Lalu, Bikin Netizen Terpukau

“Bagi kami yang hanya sebagai petani, tentunya keterbatasan-keterbatasan dalam membiayai anak kami untuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Mudah-mudahan ada jalan dan dimudahkan Allah Swt,” harapnya.

Anggota Paskibraka 2018 Kabupaten Banjar, Wahyu Suryati merasa bangga dikukuhkan oleh Bupati Banjar, H Khalilurrahman. Dihadiri oleh para orang tua masing-masing.

Baca: Ayu Ting Ting Cemburu Kemesraan Raffi Ahmad & Nagita Slavina, Nunki Nilasari: Gimmick yang Sempurna

Namum berbeda bagi Muhammaf Faiz yang hanya didampingi oleh kakaknya, M Fazri Romadoni. Dikarenakan kedua orang tuanya sudah meninggal dunia sejak dirinya duduk dibangku sekolah dasar.

“Bersyukur, tentunya bisa membahagiakan kedua almarhum dan almarhumah bapak dan ibu saya,” kata siswa kelas XI SMAN 1 Martapura itu.

Dia menambahkan, rencana setelah menamatkan bangku sekolah menengah atas, meneruskan pendidikan di SPN Banjarbaru. Remaja kelahiran 2001 itu bercita-cita ingin jadi Polisi.

Pelatih Paskibraka Kabupaten Banajr, Pelda Gunawan mengatakan, pengukuhan ini menumbuhkan kecintaan anak-anak kepada bangsa dan negara. Sebanyak 27 remaja dikukuhkan menjadi Paskibraka, terdiri dari 14 putra dan 13 putri.

“Mereka mulai latihan sejak 30 Juli 2018, dan mengikuti masa karantina di guest house Sultan Sulaiman. Setelah melaksanakan tugas, acara pembubaran pada 18 Agustus 2018,” jelas anggota Kodim 1006/Mtp itu.

Dia juga menjelaskan, menjadi syarat utama adalah badan harus tinggi, sehat jasmani dan rohani dan menguasai pengetahuan tentang barus berbaris serta memiliki kelebihan lainnya seperti bidang olahraga, kesenian dan bidang lainnya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved