Idul Adha 2018

Idul Adha 2018 - Pesan Berantai Soal Daging Terjangkit TBC Beredar, Begini Penjelasan Dokter Hewan

beberapa foto beredar di aplikasi whatsapp. Bahkan dikabarkan daging itu bisa menularkan penyakit TBC.

Idul Adha 2018 - Pesan Berantai Soal Daging Terjangkit TBC Beredar, Begini Penjelasan Dokter Hewan
Whatsapp
Foto daging bergelembung atau bintil-bintil putih yang beredar di Whatsapp. () 

Mycobakterium human.

Dua-duanya bersifat zoonosis menular.

Hati2 ....

Foto daging bergelembung atau bintil-bintil putih yang beredar di Whatsapp. ()
Foto daging bergelembung atau bintil-bintil putih yang beredar di Whatsapp. () (Whatsapp)

Pesan-pesan beredar bersamaan dengan tiga foto yang memperlihatkan daging dengan gelembung atau bintil-bintil putih.

Foto daging bergelembung atau bintil-bintil putih yang beredar di Whatsapp. ()
Foto daging bergelembung atau bintil-bintil putih yang beredar di Whatsapp. () (Whatsapp)

Penjelasan Dokter Hewan

Pertanyaannya, benarkah daging yang memiliki gelembung atau bintil-bintil berwarna putih itu sudah terkontaminasi bakteri tuberkulosis atau TBC?

Berbahayakan jika kita mengonsumsinya?

Pakar Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Universitas Syiah Kuala Dr drh Nurliana MSi yang dimintai tanggapannya mengatakan, saat ini pihaknya sedang mencari informasi tentang daging yang terkontaminasi bakteri TBC tersebut.

"Saya belum pernah melihat kasus seperti ini," kata Dosen yang akrab disapa Nuna ini menjawab Serambinews.com Sabtu (18/8/2018).

Ia tidak berani memastikan bahwa daging di foto-foto itu adalah daging yang terkontaminasi bakteri TBC.

Sebab itu membuktikannya harus melalui uji mikrobiologi dan parasit.

"TBC gejalanya pada paru terjadi perkejuan. Mungkin ini gejala awal," jelas Nuna.

Selain TBC, juga ada yang menyebut gelembung pada daging itu adalah cystisercosis atau cacing pita.

Tetapi biasanya, sambung dia, cacing dewasa akan berada di dalam usus. "Intinya diagnosa yang tepat dulu," ujar Nuna.

Daging yang terkontaminasi bakteri TBC dikatakannya, tidak boleh dikonsumsi dan harus dimusnahkan untuk menghindari termakan oleh hewan lain.

"Menurut saya, dari sisi Kesmavet, apa pun jenis hewan yang mau dimakan, sebaiknya dan diwajibkan disembelih di RPH (rumah potong hewan) untuk mencegah terjadinya zoonosis,” imbuh Dr drh Nurliana.(*)

Editor: Murhan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved