Idul Adha 2018

Tata Cara, Keutamaan dan Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah Jelang Idul Adha 2018, Bahasa Arab dan Latin

Jangan lupa keutamaan, tata cara dan niat puasa arafah yang dikerjakan pada 9 Dzulhijjah tersebut.

Tata Cara, Keutamaan dan Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah Jelang Idul Adha 2018, Bahasa Arab dan Latin
Sriwijaya Post
Puasa Arafah 

Ibnu Abbas RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِيْ أَياَّمُ اْلعُشْرِ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهُ فَلَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ

Diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya atau menjadi syahid. (HR Bukhari)

Puasa Arafah dan Tarwiyah sangat dianjurkan bagi yang tidak menjalankan ibadah haji di tanah suci.
Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa Ramadhan.

Jemaah haji asal Kabupaten Banjar saat akan melakukan ibadah tawaf di Masjidil Haram Makkah, Kamis (2/8/2018) lalu
Jemaah haji asal Kabupaten Banjar saat akan melakukan ibadah tawaf di Masjidil Haram Makkah, Kamis (2/8/2018) lalu (istimewa)

Bagi kaum Muslimin yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan juga disarankan untuk mengerjakannya pada hari Arafah ini, atau hari-hari lain yang disunnahkan untuk berpuasa.

Maka ia akan mendapatkan dua pahala sekaligus, yakni pahala puasa wajib (qadha puasa Ramadhan) dan pahala puasa sunnah. Demikian ini seperti pernah dibahas dalam Muktamar NU X di Surakarta tahun 1935, dengan mengutip fatwa dari kitab Fatawa al-Kubra pada bab tentang puasa:

يُعْلَمُ أَنَّ اْلأَفْضَلَ لِمُرِيْدِ التََطَوُّعِ أَنْ يَنْوِيَ اْلوَاجِبَ إِنْ كَانَ عَلَيْهِ وَإِلَّا فَالتَّطَوُّعِ لِيَحْصُلَ لَهُ مَا عَلَيْهِ

Diketahui bahwa bagi orang yang ingin berniat puasa sunnah, lebih baik ia juga berniat melakukan puasa wajib jika memang ia mempunyai tanggungan puasa, tapi jika ia tidak mempunyai tanggungan (atau jika ia ragu-ragu apakah punya tanggungan atau tidak) ia cukup berniat puasa sunnah saja, maka ia akan memperoleh apa yang diniatkannya.

Tata cara puasa Arafah sama saja dengan puasa sunah atau wajib lainnya, yakni sahur sebelum waktu salat subuh, mulai berpuasa sejak azan subuh berkumandang hingga tenggelamnya matahari.

Sementara niatnya sedikit berbeda, begini bunyinya dikutip dari Seputar NU.

Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ لِلَّهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma arafah, sunnatal lillahi ta’ala"

Artinya : Saya berniat puasa Arafah, sunnah karena Allah. (banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved