Derita Petani Karet

Harga Kebutuhan Pokok Naik, Harga Karet Malah Turun, Sebagian Petani Karet Pun Jual Lahan

Senada, Syarkani, petani karet Tapin Selatan mengaku, penghasilannya sebagai buruh tani per hari Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu.

Harga Kebutuhan Pokok Naik, Harga Karet Malah Turun, Sebagian Petani Karet Pun Jual Lahan
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Senada, Syarkani, petani karet Tapin Selatan mengaku, penghasilannya sebagai buruh tani per hari Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu.

Sebagai buruh, bukan pemilik kebun karet, sehingga per hari dari hasil panen karet Rp 100 ribu, hasilnya dibagi dua.

Untuk menambah penghasilan, Syarkani pun bekerja di dua tempat, sehingga bisa mencukupi keperluan rumah tangga.

Baca: Penjelasan Caren Delano, Fashion Stylist Agnez Mo Soal Kostum Panggung Agnez yang Dikirik

Kondisi tak jauh berbeda juga dirasakan petani karet di Kabupaten Tanahbumbu.

Harga jual karet yang sangat murah cukup membebani kehidupan mereka, tidak sebanding dengan biaya operasianal.

Para petani menyebut, pada bulan 7 lalu harga karet hanya sekitar Rp 8.000 per kilogram dan terus menurun.

Baca: Penjelasan Lalu Muhammad Zohri Soal Kegagalan Raih Medali Asian Games 2018 dan Target Berikutnya

"Sekarang petani mengeluh karena harga karet, murah. Belum lagi musim kemarau petani merasa berat karena berpengaruh pada pendapatan getah karet," kata Supri, petani karet di Kecamatan Sungai Loban.

Menurut dia, harga yang diinginkan petani idealnya Rp 10.000 per kilogram.

Setidaknya, kenaikan harga bisa berimbang dengan kebutuhan bahan pokok.

Baca: Jawaban Nagita Slavina Saat Rafathar Minta Adik, Raffi Ahmad Malah Bilang Seperti Ini

“Kalau harga bahan pokok naik, harga jual karet seharusnya juga naik. Tapi sekarang ini, malah sebaliknya," ungkapnya.

Tidak heran, banyak petani karet yang terpaksa mencari pekerjaan lain dengan alasan kebutuhan kian bertambah.

“Gara-gara harga sering turun, sebagian petani juga menjual lahannya dan sebagian lainnya bertahan karena memang hanya itu yang bisa dilakukan,” kata warga warga Sebamban 1 blok e Desa Tri Mulya Kecamatan Sungai Loban.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved