Breaking News:

Berita Banjarmasin

Arifin Miliki Binaan Hingga 2.300 Orang, 7 Mahasiswa Asing Belajar di Rumah Kreatif dan Pintar

Beberapa minggu ini Rumah Kreatif dan Pintar kedatangan mahasiswa asing. Mereka belajar tentang daur ulang pengolahan limbah.

Airul Syahrif
Penghuni di Rumah Kreatif dan Pintar dari Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar di Kematan Banjarmasin Barat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mahasiswa lulusan S1 Jurusan Teknik Mesin di Universitas Muhammadiyah Malang, Muhammad Arifin ini berhasil mendirikan sebuah Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar.

Beberapa minggu ini Rumah Kreatif dan Pintar kedatangan mahasiswa asing. Mereka belajar tentang daur ulang pengolahan limbah.

"Ada bule-bule ini juga dari berbagai negara, belajar di sini selama tiga minggu. Mereka di sini belajar sampai ngabisin ratusan juta untuk belajar di sini. Dan yang ngajarin, ya mereka yang disabilitas ini," jelasnya pada banjarmasinpost.co.id, Rabu (29/8/2018) sore.

Baca: Update Perolehan Medali Asian Games 2018 - di Posisi 4, Indonesia Tiada Hari Tanpa Emas

Tujuh orang mahasiswa tersebut di antaranya ada dari Perancis, Jerman, Belgia, Kazakistan, dan lainnya. Mereka selama tiga minggu belajar di Rumah Kreatif tersebut menganai daur ulang.

Yayasan ini dibentuk berawal dari melihat kondisi anak-anak di sekitar yang tidak bisa sekolah dan kekurangan biaya. Sehingga Arifin tergugah untuk membangun Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar hingga menampung para remaja dan pemuda yang terhambat pendidikannya.

Baca: Dipastikan 5 Besar Hingga Akhir Asian Games 2018, Ini Nama-nama Peraih Medali Indonesia

"Konsep rumah kreatif ini dulu itu karena saya melihat dari kasus di daerah sini. Anak-anak yang gak bisa bayar sekolah itu di keluarin atau gak bisa ikut ujian sekolah, karena dia swasta. Kalau dikeluarinkan saya bingung juga, mau bantu juga gak punya duit. Setelah itu saya punya alat, jadi akhirnya kami bikin proyek kaya pekerjaan gitu. Jadi mereka pulang sekolah bisa sambil bekerja. Membuat kerajinan, seperti sasirangan," tuturnya pada BPost saat ditemui di rumahnya, Selasa (28/8/2018) sore.

Baca: Hasil Final Bulutangkis Asian Games 2018, Indonesia & China Bersaing Diperolehan Medali

Muhammad Arifin selaku pendiri Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar mulai merintis usaha ini sejak 2014. Rumah ini beralamat di Jalan Agraria II Gang I, Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin.

Sumber Daya Manusia (SDM) yang dipekerjakan oleh Arifin banyak dari beberapa kalangan. Terutama mereka-mereka yang mempunyai kekurangan maupun yang tersandung narkoba. Jumlah binaannya pun saat ini sudah mencapai 2.300 orang.

"Karyawan dan binaan kami ada dari disabilitas, korban KDRT, penyalah guna narkoba, anak dari panti, broken home, dan yang keluaran dari lapas juga ada. Binaan kami kalo dihitung-hitung itu ada sekitar 2.300 an lebih kalo pada ngumpul orangnya. Karena kerjanya itu sifatnya tidak terikat di sini tempat. Boleh di bawa pulang ke rumah. Tapi pada saat edukasi pertama, harus datang ke sini. Kalau karyawan yang di rumah sini ada 20 orang saja," ungkapnya.

Arifin pun mengatakan bahwa karyawan di Yayasan Rumah Kreatif ini digaji secara profesional. Bahkan orang yang belajar pun dia bayar. Bukan dirinya yang meminta uang untuk proses pembelajaran. Karena menurutnya hasil karya tersebut dapat dijual dan menghasilkan keuntungan.

"Siapapun yang belajar datang ke sini itu gak berbayar, tapi kami yang akan membayar. Bukan karena kami banyak duit, bukan. Tapi yang mereka kerjakan itu menghasilkan, dan dapat dijual. Begitu konsepnya," tuturnya.

Banyak kerajinan yang dihasilkan dari Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar ini. Beberapa di antaranya yaitu baju sasirangan, kerajinan aksesoris dari sasirangan, kerajinan tangan dari bahan bekas, dan lain sebagainya.

Saat ini omset dari usaha rumah kreatif ini sudah mencapai ratusan juta perbulannya. Namun tolak ukur kesuksesan Arifin bukan dari besarnya omset atau keuntungan yang didapat. Melainkan dari seberapa banyak binaannya yang sudah mandiri.

"Setiap hari itu dapat aja tiga sampai empat jutaan. Tapi tolak ukur kami bukan dari situ. Melainkan sudah berapa banyak masyarakat yang sudah mulai mandiri, berjualan, dan lain-lain," ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/airul syahrif)

Penulis:
Editor: Didik Triomarsidi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved