Berita Banjarmasin
Uniknya Melukis di Atas Tanggui, Caping Khas Urang Banjar yang Digelar Dispersip Kalsel
Tanggui adalah penutup kepala serupa caping tapi dengan bentuk yang lebih lebar dan biasa digunakan petani atau nelayan.
Penulis: Rahmadhani | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID - Satu benda yang bisa dibilang jadi bagian keseharian masyarakat Banjar adalah tanggui.
Tanggui adalah penutup kepala serupa caping tapi dengan bentuk yang lebih lebar dan biasa digunakan oleh pedagang pasar terapung, petani atau nelayan.
Tanggui sendiri dirangkai dari daun nipah atau rumbia.
Nah melestarikan tanggui yang bisa dibilang sudah jadi salah satu kebudayaan masyarakat Banjar, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalimantan Selatan membuat sebuah inovasi unik.
Mereka mengelar lomba melukis atau menghias tanggui, Sabtu (1/9/2018) yang dilaksanakan di Kantor Depo Arsip Kalsel.
Baca: Klasemen & Perolehan Medali Indonesia di Asian Games 2018 pada 1 September, Takraw Sumbang Emas
Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, Brunei dan 7 Negara Pulang Tanpa Medali?
Puluhan peserta dari SMA/sederajat se-Kalsel pun ambil bagian.
Kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalsel Hj Nurliani Dardie mengatakan, mengapresiasi semangat peserta untuk melukis tanggui.
"Jadi selain mengasah kemampuan seni lukis anak-anak, kami juga berharap bisa terus mengenalkan tanggui ini kepada generasi muda," terang Bunda Nunung, sapaan akrabnya.
Selain itu melukis di atas media tanggui juga disebutnya untuk memberikan warna baru seni lukis di Kalsel khususnya.
"Media yang dipakai mengandung kearifan lokal yang kita harap bisa terus lestari di era modern sekarang. Kita harus bisa memodifikasi cara melestarikan budaya kita, terus berinovasi," kata dia semangat.
(banjarmasinpost/rahmadhani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/lomba-melukis-di-atas-tanggui-atau-caping-khas-urang-banjar_20180901_171558.jpg)