Geliat Pehobi Burung di Banjarmasin
Aris Jelaskan Cara Menangkap Burung Liar
Tidak gampang menangkap unggas yang satu ini di alam bebas, sebab kemampuannya terbang membuat orang harus cerdik untuk mendapatkan seekor burung.
Penulis: Salmah | Editor: Rendy Nicko
BANJARMASINPOST.CO.ID - Tidak gampang menangkap unggas yang satu ini di alam bebas, sebab kemampuannya terbang membuat orang harus cerdik untuk mendapatkan seekor burung.
Mengingat banyaknya penggemar burung, usaha menangkap burung liar ini menjadi profesi sampingan sejumlah orang bahkan ada yang menjadikan profesi utama.
Sesuai habitat dan kebiasaan burung beraktifitas, proses pencarian bisa ke hutan-hutan, perbukitan dan juga wilayah pantai.
Cara menangkap burung yang dilakukan secara umum yaitu dipulut atau menggunakan getah pohon yang dicampur dengan beberapa getah.
Baca: Syarat Ini Harus Dipenuhi Jelang Penerimaan CPNS 2018, Pendaftaran CPNS Hanya di sscn.bkn.go.id
Baca: Hotman Paris Menangis Usai Bebaskan Anak Wanita Asal Banjarmasin yang Dijaga 4 Oknum Brimob
Adapula menggunakan jaring atau jala hang dibentangkan di antara pohon, selain itu adapula menggunakan perangkap atau jebakan.
Aris Sumarno, pehobi burung di Landasanulin, Banjarbaru, menyatakan, beberapa kali ia mendapat titipan burung dari teman yang berprofesi sebagai pencari burung.
"Macam-macam burung yang dititipkan. Selain burung hias dan kicau, juga kadang ada burung hantu juga burung elang," paparnya.
Baca: Link Live Streaming TV One - Live Streaming Persipura vs Sriwijaya FC Liga 1 Pekan 21 Hari Ini
Kalau itu burung kicau, biasanya ia latih dulu burungnya supaya kicauannya jadi bagus dan bisa diarahkan untuk lomba.
Penitipan ini hanya sementara, kemudian diambil lagi oleh temannta untuk tujuan dijual di pasar-pasar burung atau dijual langsung ke pemesan.
Dijelaskan Aris, metode menangkap burung ini menggunakan makanan sebagai umpan, kadang disertai pemutaran suara panggilan baik dari speaker atau dari burung pemancing.
Jika burung pemancing yang digunakan, maka burungnya diposisikan di dekat atau dalam perangkap burung.
Baca: Terbaru! Kasus Campak di Banjarbaru Bertambah, Kadinkes : Dirawat di Poltekes Banjarmasin
"Pohon favorit burung liar biasanya termbesi, pohon petai, pohon keres, alang-alang, mengkudu, pohon jambu, dan lainnya," terang Aris.
Bagi yang menggunakan pulut, maka pulutnya dipasang di ranting pohon yang lurus. Semakin banyak ranting yang dipasang pulut maka peluang dapat burung semakin besar.
Baca: Ketentuan Penerimaan CPNS 2018 di Pemprov Kalsel, Ada 137 Formasi di Pemkab Tapin
Baca: Cara & Tips Agar Lulus Tes CPNS 2018 dari Kementerian BUMN, Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id
Burung liar yang dijual ini harganya relatif, bisa puluhan ribu atau ratusan ribu rupiah. Namun setelah jadi burung peliharaan, harganya bisa melambung. Apalagi jika sering dilombakan dan kerap juara, semakin mahal hingga jutaan rupiah.
Namun ada hal unik dalam jual beli burung. Beberapa pantangan jika dilanggar akan merugikan si pemilik burung. Apa saja itu? Simak lanjutan tulisannya.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/burung-love-bird_20180911_105521.jpg)