Yayasan Adaro Bangun Negeri
Bambu Harapan Masa Depan, Begini Kelebihannya
Kurang lebih 100 meter, ia memperlihatkan tempat pembibitan ratusan bambu yang menjadi harapan masa depan kelompoknya.
Penulis: Dony Usman | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Pada Senin sore (10/9/2018) di Desa Halong, Haruai sebelah selatan 25 km dari pusat kota Kabupaten Tabalong, Husaini (51) mengajak kami berjalan menyusuri perkebunan karet yang terletak tak jauh dari rumahnya.
Kurang lebih 100 meter, ia memperlihatkan tempat pembibitan ratusan bambu yang menjadi harapan masa depan kelompoknya.
Bambu yang dikembangkan oleh Husaini dan anggota kelompok Rumpun Bambu nya tergolong jenis bambu unggul yaitu Betung Hitam.
Varietas yang memiliki banyak kelebihan dibanding bambu biasa ini dapat tumbuh hingga 20 meter dengan lingkar buluh 50 senti, jenis bambu ini juga menjadi salah satu yang paling sering digunakan untuk bahan furniture dan alat musik.
Selain itu, dinding buluh yang cukup tebal membuatnya awet dan kuat sebagai bahan konstruksi bangunan.
Selain sebagai bahan produksi dan kerajinan, bambu juga memiliki manfaat lain bagi lingkungan serta dapat menjaga ekosistem air tanah.
Sistem perakaran yang sangat rapat menjadikannya sebagai filtrasi alami air yang sangat baik. Dengan sistem perakaran tersebut pula bambu dapat menjaga kestabilan tanah.
Sebagai seseorang yang tinggal dan memiliki lahan pertanian tidak jauh dari bantaran sungai, Husaini sempat mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan.
Lahan pertanian karet yang dimilikinya pernah longsor dan tersapu aliran sungai hingga beberapa batang pohon karetnya hanyut terbawa ke hilir.
Hal inilah yang memupuk semangatnya beserta anggota lainnya yang mengalami hal serupa untuk terus membibitkan dan menanam bambu.
Sebelumnya pada penghujung 2017, dia dan beberapa warga desa Halong lain pernah mendapat pendampingan pembudidayaan tanaman bambu oleh Nursery QHSE PT Adaro Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN).
Dia memahami tanaman yang masih masuk dalam spesies rumput ini tergolong memerlukan perlakuan khusus dalam pembudidayaannya.
Dari pembekalan yang ia peroleh, Husaini memahami sebelum mulai tahap penanaman batang bambu muda, tanah yang telah dicampur dengan pupuk harus disiapkan setidaknya satu bulan sebelumnya untuk mengurangi jamur yang terkandung dalam tanah agar tanaman tumbuh dengan baik.
Kemudian, sebagian besar bibit bambu yang dikembangkan dan dijual Husaini, dimanfaatkan sebagai tanaman penyangga tepi sungai dari efek erosi...
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Tabalong juga pernah membeli 300an bibit bambu milik Husaini untuk ditanam kembali di bantaran sungai desa Garagata Kecamatan Jaro sebagai upaya konservasi bantaran sungai.
Setiap bulannya Husaini dan anggota kelompok lainnya bisa membibitkan ratusan bambu dan dijual dengan harga Rp.5000,- per bibitnya.
“Alhamdulillah usaha pembibitan ini dapat menjadi upaya kami dalam mendukung restorasi lingkungan dan menjadi sumber pendapatan baru bagi kelompok tani kami, ”tutup Husaini.(aol/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/husaini-51-desa-halong-haruai_20180914_081544.jpg)