Berita Batola

Ini Keluhan Pemadam Saat Padamkan Api di Pasar Tungging Berangas Barat

Puluhan los pedagang di Pasar Tungging, Berangas Barat, Kecamatan Alalak tersisa puing-puing pasca kebakaran.

Ini Keluhan Pemadam Saat Padamkan Api di Pasar Tungging Berangas Barat
banjarmasinpost.co.id/airul syahrif
Petugas pemadam kebakaran berjibaku padamkan api yang membakar Pasar Tungging Berangas Barat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATOLA -  Puluhan los pedagang di Pasar Tungging, Berangas Barat, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala tersisa puing-puing pasca kebakaran, Senin (17/9/2018) sekitar pukul 17.30 Wita.

Api baru dapat dikuasai pihak pemadam pada pukul 18.00 Wita. Namun pemadam masih melakukan pembasahan hingga pukul 18.30 Wita. Sulitnya, menuju lokasi kebakaran menjadi kendala yang dirasakan BPK.

Satu di antara pemadam anggota BPK Almisbah Sungai Baru, Kaspul Anwar (35) mengatakan bahwa api baru bisa dipadamkan kurang lebih memakan waktu selama 30 menit.

Baca: Puasa Asyura 10 Muharram Jatuh Pada Kamis 20 September, Ini Lafadz Niat dan Keutamaannya

Baca: Sijago Merah Lalap Pasar Tungging Berangas Barat, 38 Los Tinggal Arang

"Kendala saat memadamkan tadi itu jalanan macet, jalannya sempit untum menuju ke sini. Dan orang-orang di sini tadi gak mau ke pinggir, saat pemadam lewat. Jadi susah bagi kami untuk masuk ke tempat kebakaran. Kalau air enak aja, karena ini di pinggir sungai," ungkapnya pada banjarmasinpost.co.id.

Saat itu dirinya masih melakukan penyemprotan pembasahan pada lahan yang terbakar. Karena menurutnya api masih ada atau menumbuk di bawah tanah.

"Iya ini masih di siram terus. Apinya menumbuk ke bawah, di sebelah kanan dan kiri jalan ini masih terus kami siram," jelasnya.

Pasar ini buka setiap pagi hingga siang hari. Menjual berbagai macam pakaian, sepatu, bahkan bahan pokok.

Satu di antara pedagang pemilik toko yang terbakar, Salabiah (25) mengaku saat kebakaran tidak berada di toko.

Baca: Biaya Kursus Memasak Capai Jutaan Rupiah

"Punya saya yang di depan ini, di pinggir jalan. Saya baru dua hari masuk, sudah kebakaran. Kerugiannya ini punya saya sendiri sekitar Rp 20 jutaan. Rumah saya di Kelurahan Pelambuan, kebetulan tadi pas pulang. Setelah itu dapat telfon dari teman, sekitar setelah ashar ini pasarnya kebakaran. Saya langsung ke sini, dan kebetulan macet tadi," ungkapnya.

Salabiah merasa deg-degan dan kaget atas kejadian ini. Dirinya berharap ada penggantian toko yang baru setelah kejadian musibah kebakaran ini.(banjarmasinpost.co.id/airul syahrif)

Penulis: Airul Syahrif
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved