Kriminalitas Kabupaten Banjar

Wakapolres Banjar Ungkap Motif Pembunuh Istri di Mataraman, Tersangka Bersikap Tenang

Ruliansyah mengungkapkan penyesalannya karena telah menghabisi nyawa istrinya, Dahlia pada Rabu (5/9/2018) lalu.

Wakapolres Banjar Ungkap Motif Pembunuh Istri di Mataraman, Tersangka Bersikap Tenang
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Wakapolres Kompol Josep Edward Purba konfrensi pers terkait kasus pembunuhan di Mataraman, Selasa (18/9/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -- Ruliansyah mengungkapkan penyesalannya karena telah menghabisi nyawa istrinya, Dahlia pada Rabu (5/9) lalu. Saat dihadirkan pada konfrensi pers yang dipimpin Wakapolres Banjar, Kompol Josep Edward Purba, Ruliansyah seusai membunuh Dahlia, melarikan diri ke rumah pamannya di Hulu Sungai Tengah.

"Menyesal, saat membunuh istri saya tidak ada perlawanan. Mengambil golok yang ada di dapur dan kini saya menyesal,' ungkap Rully dihadapan wartawan, Selasa (18/9).

Wakapolres Banjar, Kompol Josep Edward Purba mengatakan, begitu mendapat laporan adanya kasus pembunuhan di wilayah Polsek Mataraman, langsung dibackup oleh Tim Anti Preman (Tekap) Polres Banjar.

Pada siang harinya setelah pelaku menghabisi istrinya, Unit Tekap Polres Banjar, Unit Reskrim Polsek Mataraman dan Resmob Polres HST berhasil mengamankan satu orang pelaku pembunuhan saat berada di rumah kerabatnya Jalan Pagat Kayu Bawang HST. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polres Banjar guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Baca: Hasil (Skor) Akhir Barito Putera vs Bali United, Skor Akhir 1-1

Baca: 9 Persyaratan Dasar Penerimaan CPNS, Link sscn.bkn.go.id Pendaftaran CPNS 2018 Klik di Sini!

Baca: Hasil China Open 2018 : Fajar/Rian Taklukkan Wakil Jepang Takeshi/Keigo, Hafiz/Gloria Tersingkir

"Ruliansyah dijerat pasal 338 KUHP," tambah Wakapolres didampingi Kapolsek Mataraman, AKP Rissan dan Kaunit Tekap, Ipda Nur Arifin.

Barang bukti yang diamankan satu bilah pisau dengan panjang 20 sentimeter, satu buah springbed warna merah motif bunga, satu buah bantal warna biru, satu buah Sprey warna biru, satu buah guling, satu buah selimut, satu buah selimut warna merah biru, satu lembar celana panjang warna coklat motif batik, satu lembar baju warna coklat motif batik.

Diberitakan sebelumnya, kematian Dahlia ramai diperbincangkan warga Desa Simpang Tiga RT 4 Mataraman Kabupaten Banjar. Tidak ada yang menyangka, perempuan kelahiran 1992 itu mati secara mengenaskan.

Kematiannya baru diketahui saudaranya dan warga setempat, Kamis (6/9) sekitar pukul 07.00 wita. Padahal sehari sebelumnya sempat berbincang di teras rumah tetangganya, dan membeli telur setengah kilogram untuk makan malam bersama keluarga.

“Sore hari sempat berbincang dan memberitahukan bahwa sudah beli telur setengah kilogram untuk makan malam. Tidak ada masalah keluarga,” kata Mega tetangga korban, Kamis (6/9).

Kakak korban, Nasrudin mengatakan, dirinya yang mendobrak pintu rumah karena merasa heran biasanya mengantarkan anaknya sekolah, tetapi hingga pukul 07.00 wita tampak tidak ada aktifitas. Begitu terkejutnya setelah mendobrak pintu dan melihat pintu kamar terbuka, adik perempuannya sudah dalam posisi telentang dan berlumuran darah.

Halaman
123
Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved